Menelan Biji Cabai Bisa Picu Usus Buntu, Benarkah?

Menelan Biji Cabai Bisa Picu Usus Buntu, Benarkah
Ilustrasi (Grid.ID)
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Ada sebuah mitos yang sampai saat ini beredar di masyarakat bahwa jangan banyak-banyak makan cabai karena bijinya bisa berbahaya bagi kesehatan, khususnya dapat menyebabkan radang usus buntu.

Mitos ini banyak dipercaya oleh masyarakat. Tapi, apakah kepercayaan mengenai batasan mengonsumsi cabai itu benar adanya?. Untuk mengetahui jawabannya, mari simak penjelasan di bawah ini:

Sebuah penelitian mengungkap bahwa kasus usus buntu akibat biji cabai ini merupakan salah satu hal yang sangat terjadi. Sebagaimana penelitian yang dilansir dari jurnal Nutrifood Research Center ini berbunyi;

“Dalam beberapa kasus, radang usus buntu disebabkan oleh biji atau zat-zat tak tercerna lainnya yang nyasar masuk ke dalam usus buntu. Walaupun begitu, kasus tersebut sangatlah langka. Hanya ada 1 kasus di antara 2.000 kasus,” terang

Sangat kecilnya kasus radang usus buntu karena biji cabai ini disebabkan karena pertahanan yang dimiliki tubuh. Pencernaan tubuh yang sangat baik membuat biji cabai ini dapat diolah oleh tubuh.

“Hal ini disebabkan karena tubuh memiliki pertahanan sendiri yang akan membuang sendiri senyawa tak tercerna dalam tubuh sehingga radang usus buntu karena biji tersebut amatlah jarang terjadi,” tulis hasil penelitian.

Lantas, sebenarnya apa yang menjadi penyebab utama dari radang usus buntu?. Radang usus buntu disebabkan oleh cairan feses yang salah ‘belok’ dan terjebak di usus buntu.

Selain itu, penumpukkan lendir atau mucus juga bisa menjadi penyebab usus buntu. Baik lendir maupun feses tersebut akan mengeras dan membentuk fecalith atau batu fekal yang kemudian menutup akses ke dalam usus buntu. Lalu berkembanglah bakteri jahat yang kemudian terjebak dan menyebabkan peradangan.

Jadi, selanjutnya Anda tidak perlu khawatir ketika mengonsumsi cabai karena biji yang ada di dalamnya tidak menyebabkan radang usus buntu. Namun Anda juga tidak boleh berlebihan dalam mengonsumsi makanan pedas ini. (merdeka.com/Putri)


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.