Menengok Mewahnya Istana TKI Arab Saudi di Pamekasan Madura

  • Bagikan
Menengok Mewahnya Istana TKI Arab Saudi di Pamekasan Madura
Salah satu rumah milik TKI Arab Saudi di kampung halamannya, Bajur Timur, Pasean, Pamekasan, Madura (YouTube Faiz Slamet)

PortalMadura.Com, Pamekasan – Deretan rumah mewah bak sebuah istana berdiri megah di sebuah perkampungan di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tepatnya di Bajur Timur, Pasean.

Jarak dari jantung kota Pamekasan sekitar 47 kilo meter. Siapa sangka, deretan rumah yang menghabiskan hingga kisaran Rp600 juta lebih itu adalah milik para TKI Arab Saudi yang dibangun di kampung halamannya.

Gambaran rumah bak istana itu dikutip PortalMadura.Com, Jumat (14/1/2022) dari YouTube Faiz Slamet yang diunggah pada 5 Januari 2022.

Menengok mewahnya istana TKI Arab Saudi yang disebut-sebut sebagai perkampungan TKI itu, pemilik akun YouTube Faiz Slamet mengawali dari rumah Pak Soleh yang bekerja di Arab Saudi selama 14 tahun.

“Lebih Rp600 juta [bangun rumah],” kata Pak Soleh.

Pak Soleh yang usianya mendekati 50 tahun itu tidak tamat SMP. Ia tak hanya mampu membangun rumah mewah dan megah, mobil fortuner warna putih juga parkir di samping rumahnya.

Bahkan, rumah TKI Arab Saudi lainnya ada yang dibangun berlantai tiga. Kesuksesan para TKI di daerah ini melebihi seorang aparatur sipil negara.

Mereka, para TKI itu juga sebagai pahlawan devisa negara.

Di setiap rumah megah bak istana milik TKI Arab Saudi ini juga berjejer mobil-mobil mewah. Bahkan, dalam satu rumah ada dua sampai tiga unit mobil terparkir.

Sebagian rumah mewah di antaranya, ada yang kosong atau tak berpenghuni. Pemiliknya masih bekerja sebagai TKI di Arab Saudi dan hanya sewaktu-waktu pulang kampung.

“Sekali lagi jangan menganggap rendah pekerjaan seseorang. Tapi, bisa membanggakan pada keluarga dan menyumbang devisa pada negara,” tandas pemilik YouTube Faiz Slamet.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.