oleh

Mengedukasi Warga, Podcast RSUD Sumenep Diapresiasi Akademisi

PortalMadura.Com, Sumenep – Manajemen RSUD dr. H. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai melakukan edukasi warga melalui podcast di Channel YouTube RSUD dr. H. Moh. Anwar SUMENEP.

Salah satunya mengundang pakar hypnotherapy, Dr. Eko Mulyadi, S.Kep, Ners, M.Kep, yang juga selaku dosen pada Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Wiraraja (Unija), Sumenep.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Podcast yang dipandu oleh Vinda Sartika, pada Rabu, 8 September 2021 itu, bertemakan “Hypnotherapy bagi pasien pasca perawatan Covid-19”. Dr. Eko Mulyadi, S.Kep, Ners, M.Kep. sangat mengapresiasi podcast RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

“Luar biasa, ini bagus lah kalau menurut saya, karena RSUD menjangkau rana digital,” kata Eko Mulyadi mengawali perbincangannya dengan Mbak Vinda Sartika.

Seberapa efektifkah hypnotherapy bagi pasien Covid-19?. Diakui Eko Mulyadi, meski butuh sebuah penelitian secara ilmiah, hypnotherapy bagi pasien Covid-19 tetap efektif.

“Kalau seberapa efektif secara statistik masih butuh penelitian. Tapi menurut saya, cukup efektif,” ujar Eko Mulyadi menjawab pertanyaan Mbak Vinda Sartika.

Pihaknya meluruskan soal keilmuan hypnosis. Ada yang berpendapat menggunakan kekuatan yang lain (gaib), ada juga hypnosis yang disalahgunakan, seperti gendam.

Sedangkan yang dipelajari Eko Mulyadi adalah non metafisika. Dan setiap orang, kata dia, dapat diberi sugesti saat hypno. “Kenapa? karena akal sehat kita mulai non aktif (atau berkurang non aktif), dan setiap orang itu berbeda. Ada yang mudah sekali, ada yang susah dan ada yang moderat (tengah-tengah). Semua orang rata-rata bisa dihypnosis,” ujarnya.

Salah satu contohnya orang yang terhypnosis yakni ketika melaksanakan salat dengan khusuk. “Itu berarti terhypnosis,” ucapnya.

“Dihipnotis itu bukan berarti 100 persen los kontrol, tapi bisa saja bukan berarti tidak,” katanya.

Menurut dia, jika sugesti yang ditanamkan pada seseorang tidak sesuai dengan nilai, tetap akan menolak meskipun dalam kondisi bawah sadar. “Sebab, walaupun kita tidak sadar, kita tetap memiliki pertahanan,” ujarnya.

Maka syarat pertama orang yang akan dihypnosis itu orangnya harus mau. “Contoh, bila sampai tiga kali diperintah bilang ia, maka bila dihypnotis pada perintah ke empat pasti mau,” tandasnya.(*)

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar