Mengidolakan Non Muslim Bolehkah ? Ini Pandangan Islam

idola
Ilustrasi
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Setiap orang pasti memiliki sosok idola dalam hidupnya baik itu artis, tokoh masyarakat, ulama, dan sebagainya. Entah itu kita mengaggumi dari segi keindahan wajahnya, kharismanya, karakteristiknya atau keahlian lain yang istimewa sehingga membuat diri kita menjadi fans dari sosok tersebut.

Terkadang, secara tidak langsung saking kagumnya membuat kita menjadi selalu ingin mengikuti gaya hidupnya bahkan selalu ingin tahu kegiatannya sehari-hari.

Mengidolakan seseorang biasanya kita tidak akan mempermasalahkan tentang keyakinan yang di anutnya karena kita hanya terpukau dengan segala kelebihan yang dimilikinya secara fisik atau kemampuannya saja.

Bahkan terkadang, mungkin kita turut mendoakan segala kebaikan untuk sang idola. Padahal, dalam hukum berdoa untuk non muslim hanya diperbolehkan dengan maksud agar orang tersebut (non muslim) mendapatkan hidayah. Lantas, bagaimana pandangan islam dalam hal ini ? Berikut Penjelasannya.

Menurut Tafsir Ar-Razi (Mafatih Al-Ghaib), hlm. 4/168 yang mengatakan :

Ketahuilah bahwa pertemanan muslim dengan kafir itu ada tiga jenis:

Pertama, ia rela dengan kekufurannya dan berteman dengannya atas dasar kekufurannya. Ini dilarang karena siapapun yang melakukan hal itu maka dia membenarkan agama itu. Membenarkan kekufuran adalah kufur. Maka mustahil ia akan tetap menjadi muslim dengan perilaku seperti ini.

Kedua, bergaul dengan orang kafir secara baik berdasarkan zhahirnya. Ini tidak dilarang.

Baca Juga:  Ziarah Makam Raja Joharsari, Baca Surah Ini Agar Allah Cepat Kabulkan Hajatnya

Ketiga, ini adalah pertengahan di antara dua poin sebelumnya yakni bahwa berteman dengan orang kafir dalam arti condong, menolong, menampakkan pada mereka adakalanya karena unsur kekerabatan atau karena suka dengan keyakinan bahwa agamanya batil (sesat).

Sikap ini tidak mengakibatkan kufur, tapi dilarang. Karena berteman dengan pengertian ini dapat berakibat pada menganggap baik pada jalannya dan rela dengan agamanya. Itu akan mengeluarkan seorang muslim dari Islam.

Allah SWT telah mengingatkan akan hal ini dalam QS. Ali Imron 3:28

“Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah”.

Dengan demikian, islam mengkategorikan hukum mengidolakan non muslim tersebut atas tiga berdasarkan golongannya, yakni :

Boleh
Apabila hanya sebatas menyukainya saja karena kepintarannya, keahlian yang dimilikinya, kecantikan atau ketampanannya saja, atau menyukainya secara lahiriah saja tanpa menyangkut pautkan dengan agama yang di anutnya.

Makruh
Apabila mengagumi segala apa yang ada pada diri orang tersebut secara fisik namun tidak ikut membenarkan atau tidak mengakui agama yang dianutnya (selain Islam) sehingga tidak membawa diri sendiri masuk ke dalam golongan orang kafir.

Haram
Apabila mengagumi dan mengidolakan orang tersebut hingga menjadi seorang fans fanatik yang membenarkan semua yang ada pada diri sang idola, mengikuti dan menyukai semua yang dilakukan sang idola dan juga ikut membenarkan atau mengakui agama yang telah di anutnya (selain Islam) sehingga membuat diri sendiri termasuk ke dalam golongan orang kafir.

Baca Juga:  Dalam Islam, Ini 3 Jenis Nafkah Suami Terhadap Istri

Dari ketiga pembagian hukum mengidolakan non muslim di atas diharapkan sebagai seorang muslim kita bisa membatasi diri untuk tidak membabi buta dalam mengidolakan seseorang agar kita tidak termasuk dalam golongan kafir karena telah membenarkan semua yang dilakukan sang idola meskipun apa yang dilakukannya termasuk pada perbuatan tercela.

Dalam pertunjukan konser sang idola misalnya, hukum menonton konser dalam Islam tidak di perbolehkan apabila pada konser tersebut mempertunjukkan aurat, menuju kemaksiatan, dan hal-hal yang jauh dari ajaran Islam.

Agar kita tidak terpengaruh dengan nilai-nilai yang jauh dari ajaran agama Islam karena terlalu kagum dengan sang idola yang non muslim, maka kita harus bisa melindungi diri dengan cara meningkatkan iman dan taqwa dan berpedoman pada sumber pokok ajaran Islam yakni Alquran yang tentunya kita juga harus mengetahui fungsi alquran dalam kehidupan.

Demikian informasi mengenai pandangan islam terhadap diperbolehkannya atau tidak mengidolakan non muslim. Semoga Informasi di atas bermanfaat (dalamislam.com/Nanik)


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.