oleh

Menjual Tanah Tanpa Musyawarah, Rumah Sekdes Dirusak Nelayan

PortalMadura.com, Pamekasan – Puluhan nelayan asal Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, merusak rumah Sekretaris Desa (Sekdes) setempat Nuruddin, Jumat (20/2/2015).

Para nelayan datang ke rumah sekdes itu dengan membawa senjata tajam berupa celurit, parang dan pisau. Itu disebabkan kesal terhadap Nuruddin yang diduga terlibat dalam penjualan tanah di sepanjang pantai Desa Ambat itu.

Warga itu marah karena penjualan dilakukan tanpa ada musyawarah dengan nelayan. Padahal, tanah tersebut menjadi tambatan perahu nelayan setiap hari.

Informasi di lapangan menyebutkan, para nelayan mengetahui jika tanah tersebut dijual setelah pembelinya melakukan pengukuran. Tak ayal, para nelayan langsung terkejut dan terjadi cekcok dengan petugas pengukur.

Salah satu warga di desa itu, Muhammad menuturkan, pengukuran itu gagal dilaksanakan lantaran warga memprotes. Sebab, menurut sepengetahuan nelayan, tanah itu bukan milik kepala desa.

“Ketika nelayan melihat berkas dalam jual beli tanah itu, ternyata yang menandatangani sekdes. Setelah itu, warga langsung berbondong-bondong mendatangi rumah sekdes,” ungkapnya.

Dia menambahkan, setelah para nelayan tiba di rumah sekdes, mereka meminta sekdes untuk keluar. Karena tidak kunjung keluar, disitulah terjadi perusakan rumah sekdes.

“Informasinya Sekdesnya sudah kabur sebelum nelayan tiba di rumahnya,” tandasnya.

Kapolsek Tlanakan, AKP Jauhari mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan anggotanya setelah mendapat kejadian tersebut. Namun hingga saat ini tidak ada laporan perihal kejadian itu.

“Kami akan tunggu laporannya, segala laporan dari warga tentu akan ditindak lanjuti. Soal informasi itu katanya masalah internal kepala desa, tapi rincinya kami tidak tahu,” ungkapnya saat dikonfirmasi. (Marzukiy/htn)


Komentar