Menurut Sunah, Ini 4 Adab Ziarah Kubur yang Wajib Anda Ketahui

Avatar of PortalMadura.com
Menurut Sunah, Ini 4 Adab Ziarah Kubur yang Wajib Anda Ketahui
ilustrasi

PortalMadura.Com – Ziarah kubur merupakan salah satu kebiasaan yang sering dilakukan umat Islam. Menabur bunga diatas makam, membaca surat Yasin dan membersihkan area makam menjadi rutinitas yang dilakukan saat ziarah.

Namun selain itu, ada hal yang juga perlu diperhatikan saat Anda melakukan ziarah kubur yaitu adab ziarah yang sesuai dengan sunah Rasulullah. Apa saja?.

Berikut ulasannya:

Tujuan atau Niat yang Benar Ketika Berziarah Kubur
Jangan pernah keliru dalam memasang niat ketika berziarah kubur. Sesaleh apapun orang yang telah meninggal dunia, takkan bisa mengabulkan permintaan manusia yang masih hidup, maka jangan sekali-kali meminta pada kuburan. Memintalah hanya pada Allah.

Juga jangan meratapi mayit dalam kubur dengan menyakiti diri sendiri seperti menangis berlebihan, mencakar wajah sendiri, menyobek baju sendiri, karena hal ini termasuk terlarang dalam Islam.

Niatkan berziarah kubur untuk mengingat negeri akhirat, adanya kehidupan setelah kematian, dan sebagai pelembut hati.

Baca Juga:  DPC BMI Madura Raya Dilantik, Achmad Fauzi Targetkan PDI Perjuangan Menang di Pemilu 2024

Mengucap Salam
Ketika memasuki areal pekuburan ucapkanlah salam untuk penghuni kubur. Karena mereka senang adanya ziarah kubur dari keluarganya yang akan mendoakannya.

Ucapkanlah, “Assalamu alaikum wahai penghuni kubur, dari kalangan mukmini dan muslimin. Semoga Allah merahmati orang yang telah meninggal dan yang masih hidup. Dan insyaaAllah kami akan menyusul kalian.” (HR. Muslim 2301).

Keterangan Ibnu Qayyim, Para salaf dan ulama sepakat tentang ini, dan terdapat banyak riwayat dari mereka bahwa mayit mengetahui orang hidup yang menziarahinya dan merasa senang dengannya. (ar-Ruh, hlm. 5)

Tidak Meminta Doa Pada Ahli Kubur
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kaum muslimin terlarang dari perbuatan musyrik salah satunya meminta doa pada orang yang sudah meninggal dunia. Hal ini tidak diperbolehkan sama sekali.

Baca Juga:  SAI dan PDI Perjuangan Gelar Operasi Katarak Gratis, Jadi Agenda Tahunan

“Tuhan-tuhan yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apapun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) dibuat orang. Itu semua benda mati tidak hidup, dan berhala-berhala tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan.” (QS. an-Nahl: 20-21)

Tidak Menduduki Kuburan
Jangan menduduki kuburan, karena hal ini terlarang dalam salah satu hadits Rasulullah menyatakan:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda: “Sungguh jika salah seorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas kubur” (HR. Muslim)

Tidak menganggap bahwa menaburkan bunga di atas kuburan adalah keharusan. Banyak yang merasa wajib menaburkan bunga di atas kuburan, padahal ini tidak dicontohkan sama sekali dalam Islam.

Baca Juga:  Kolaborasi Media Lokal Hadapi Tahun Politik, AJI Dalangi Pelatihan Cek Fakta di Sumenep

Imam Syafii mengatakan bahwa, “Diantara bid’ah yang diharamkan adalah menaburkan/meletakkan bunga-bunga di atas jenazah atau kubur karena hanya buang-buang”. (ummi-online.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.