Merawat Tradisi Lewat Festival ‘Sapparan’ Budaya

Penulis: Nor FitriyahEditor: Hartono
Merawat Tradisi Lewat Festival 'Sapparan' Budaya
Pojjhian

PortalMadura.Com, Sumenep – Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Sumenep, Madura, Jawa Timur, berusaha merawat tradisi lewat festival ‘Sapparan’ budaya.

“Festival ‘sapparan’ budaya, untuk mencari, merawat dan menjaga tradisi sebagai sumber ilmu serta agar selamat dari rekayasa orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Ketua Lesbumi PCNU Sumenep Homaidy pada pembukaan ‘Festival Sapparan Budaya’, Sabtu (17/9/2022) malam.

Menurutnya, ada hal yang perlu diperhatikan pada kegiatan tersebut, yakni mencari seni tradisi dan budaya yang sudah hampir punah, merawat seni tradisi dan budaya yang sudah ada serta menjaga seni tradisi dan budaya.

Kegiatan itu juga bentuk pengabdian pada sesepuh serta untuk melakukan riset terhadap tradisi seni, budaya lokal (kearifan lokal). “Malam ini, malam selekoran, biasanya kajian seni, tradisi, dan budaya, khususnya budaya-budaya Sumenep,” terangnya.

Pada pembukaan festival, pihaknya mengenalkan sejumlah tradisi, di antaranya macapat klenengan dan pojjhian. Kegiatan ini rencananya digelar selama 2 hari.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.