oleh

Mesin Pengering Gabah Menghabiskan Dana Rp 10 Juta Tak Diterima Petani

PortalMadura.Com, Bangkalan – Menteri BUMN, Dahlan Iskan, ketika melakukan peninjauan langsung uji coba mesin pengering gabah hasil penelitian Mahasiswa dari Universitas Barwijaya Malang, di Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, sedikit kecewa. Pasalnya, mesin tersebut belum bisa diterima oleh para petani, Jum’at (18/4/2014).

“Untuk melakukan penelitian dan pembuatan mesin ini Mahasiswa menghabiskan dana 10 Juta rupiah dari kantong saya sendiri, namun hasilnya masih jauh dari harapan,” ujar Dahlan Iskan.

Mesin pengering gabah yang menggunakan tenaga surya hasil penelitian Sidik dkk tersebut harus disempurnakan lagi. Sebab, kalau petani tidak mau menggunakan tidak ada gunanya juga.

“Saat ini banyak pengiring gabah, tapi biaya beli dan operasionalnya mahal karena menggunakan solar. Namun, Mahasiswa yang melakukan penelitian ini takut membeli kaca penyerap panas, kalau terkendala dana nanti saya tambah lagi dananya,” kata mantan Dirut PLN itu.

iklan hari santri

Kata Dahlan, Sidik dkk tersebut luar biasa ngototnya sampai dirinya setiap hari di SMS seperti minum obat.

“Saya ketika di Tulungagung di kejar oleh Mahasiswa itu menggunakan sepeda motor sampai 200 kilometer setelah saya lihat gambarnya masuk akal dan kemudian saya kasik dana untuk menggarapnya,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang petani Desa Buduran, Kec. Arosbaya, Mahsus menuturkan, para petani tidak tertarik mesin tersbut. Sebab, selain ribet isi gabahnya terlalu sedikit dan daya panasnya kurang.

“Yang diperlukan petani alat pengering gabah ketika hujan bisa kering dan saya yakin lebih cepat kering di jemur menggunakan terpal dengan, gabah yang tadi ditaruk didalam bukan gabah petani sini itu sudah kering yang dibawa Mahasiswa,” tandasnya. (atc/htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.