Mobil Incar Polres Sampang Rekam Lebih 100 Kendaraan Langgar Lalin

Avatar of PortalMadura.com
Mobil Incar Polres Sampang Rekam Lebih 100 Kendaraan Langgar Lalin
Mobil Incar Polres Sampang (Rafi @portalmadura.com)

PortalMadura.Com, Sampang – Mobil Integrated Node Capture Attitude Record (INCAR) telah merekam lebih dari 100 kendaraan bermotor yang melanggar lalu lintas (lalin) di wilayah hukum Sampang, Madura. Mobil Incar itu diterapkan sejak 2 Juni 2022.

Kasat Lantas Polres Sampang AKP Alimuddin Nasution menyampaikan, penerapan mobil Incar sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran para pengendara bermotor tertib berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan.

Pihaknya telah melakukan sosialisasi terhadap masyarakat pada tiga bulan lalu. Bahwa tujuan utama mobil Incar memantau kendaraan bermotor dan pelanggar lalu lintas maupun pelanggaran lain dengan cara merekam.

“Semua jenis kendaraan bermotor akan terekam. Jika ditemukan pelanggaran, maka surat tilang akan dikirim sesuai alamat dari Nopol kendaraan,” ujarnya, Jumat (3/6/2022).

Baca Juga:  Kebakaran Mobil Toyota Corona, Kerugian Ditaksir Rp15 Juta

Kendaraan bermotor yang dijual dan mendapat sanksi tilang melalui mobil Incar, Nasution mengaku tetap dilakukan proses sesuai prosedur dengan cara konfirmasi dan memberikan keterangan.

“Jika kendaraan yang diberi sanksi tilang telah dijual tanpa melaporkan ke Samsat, saat membayar pajak akan tertera keterangan tilang karena pernah melanggar lalu lintas dan terkena denda,” lanjutnya.

Ps. Kanit Kamsel Satlantas Polres Sampang Mashudi menyebutkan, mobil Incar berhasil merekam 192 pelanggar sepeda motor dan kendaraan roda empat.

“Pelanggaran didominasi sepeda motor pada penerapan percobaan. Surat tilang akan dikirim melalui kantor Pos,” katanya.

Menurut Mashudi, pengendara bermotor yang mendapatkan pemberitahuan surat tilang, harus merespon paling lambat tiga hari untuk menyelesaikan pelanggaran saat berlalu lalu lintas.

Baca Juga:  Kronologi KDRT di Sumenep, Cekcok di Kamar Hingga Suami Tega Memukul Istri di Ruang Tamu

“Tiga hari tidak direspon oleh pelanggar, secara otomatis Nopol kendaraan terblokir atau mengalami kesulitan saat mengurus pembayaran pajak,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.