oleh

Moms, Begini Cara Ketahui Bayi Baru Lahir Sudah Kenyang Minum ASI

PortalMadura.Com – Bagi seorang ibu yang baru pertama kali mengasuh anak, pasti akan kebingungan dalam merawatnya. Misalnya soal menyusui si buah hati. Di antaranya tentu tidak tahu tanda bayinya sudah kenyang minum Air Susu Ibu (ASI).

Biasanya ibu lebih membatasi pemberian ASI eksklusif lantaran takut bayinya kekenyangan. Padahal, ibu tidak boleh membatasinya. Sebab, hal itu menjadi satu-satunya nutrisi yang mereka dapatkan.

Lantas, bagaimana tanda-tandanya agar Anda tidak lagi khawatir lagi dengan kondisi si kecil?. Nah, agar tidak berlebihan atau kekurangan memberikan ASI, ada saran dari Spesialis Anak, dr Elizabeth Yohmi SpA, untuk mengetahuinya. Berikut penjelasannya:

Ketahui Berapa Jumlah Kebutuhan ASI si Kecil
Anda tidak perlu menyediakan stok ASI perah dalam jumlah banyak. Setiap bayi baru lahir kebutuhan minum ASI itu tidak banyak. Terpenting usai minum ASI, bayi tidak rewel dan tampak riang wajahnya.

Jadi Anda tidak usah khawatir akan kebutuhan ASI yang akan didapatkan si kecil selama masih bisa menyusu langsung, serta pemberian waktunya tepat.

Cek Kondisi Air Kencing
Air kencing juga bisa jadi indikator bahwa bayi mendapatkan ASI yang cukup. Di minggu pertama bayi Anda lahir, warna air kencing akan pekat dan frekuensinya jarang. Setelah ia tumbuh dan mendapatkan ASI eksklusif, bayi sering buang air kecil, kira-kira sebanyak 5-8 kali dalam sehari. Kemudian lama-lama warnanya tambah jernih dan tidak merasa tersiksa.

Lihat Fasesnya
Hari pertama setelah bayi lahir memang akan mengeluarkan fases hitam dan lengket. Kondisi ini wajar, karena selama di dalam kandungan bayi tidak pernah mengeluarkan fases sekalipun. Nah, di minggu-minggu berikutnya tetap perhatikan fasesnya. Biasanya bayi ASI jarang mengalami diare atau sembelit. Sebab, kandungan kolostrum dari ASI berfungsi sebagai pencahar alami yang dibutuhkan si kecil.

Cek Berat Badan Sesuai Kurva Tumbuh Kembang Bayi
Setelah berhasil menyusui, berat badan bayi tentu bertambah dari saat dia lahir. Biasanya berat badan bayi dalam lima hari pertama turun, tapi tidak lebih dari 10%. Sementara dalam dua minggu selanjutnya, jika bayi mendapat ASI cukup, berat badannya bisa bertambah hingga 800 gram. Lalu, ketika bayi usianya tiga bulan pertama, beratnya akan bertambah lagi.

Tipsnya:
Kebutuhan ASI jumlahnya berdasarkan on demand ibu dan bayi. Agar produksinya terus meningkat, ibu jangan enggan memberikan ASI kepada si kecil. Lebih baik setiap dua jam sekali tawarkan bayi untuk menyusu. Meskipun dia tidur, tetap tawarkan dengan cara benar supaya dia tidak mengalami dehidrasi. (okezone.com/Putri)