Moms, Ini 4 Cara Ajari Si Kecil Tentang Pentingnya Minta Maaf Sejak Dini

  • Bagikan
Cara Ajarkan Anak Minta maaf
ilustrasi

PortalMadura.Com – Ketika seorang anak sudah mulai bermain dengan teman seumurannya, pasti setiap kali pulang ke rumah banyak cerita yang akan ditemui orang tua. Salah satunya mengenai masalah pertengkaran.

Biasanya, anak bertengkar masalah rebutan mainan atau hal lainnya. Pertengkaran memang kadang dapat selesai dengan membiarkannya, namun akan lebih baik jika saling meminta maaf.

Lantas, apakah Anda sering mendapati si kecil yang enggan meminta maaf saat ia berbuat salah?. Jika iya, Anda tidak perlu sedih karena ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengajarkan buah hati Anda untuk minta maaf.

Berikut ini empat cara mengajari anak tentang pentingnya minta maaf:

Anak Lebih Mudah Meniru daripada Mendengarkan Perintah
Tidak perlu capek bicara tentang pentingnya minta maaf. Anak kecil lebih mudah mencontoh perbuatan, alih-alih mendengarkan dan menjalankan perintah. Maka biasakan untuk memberi contoh mengucapkan maaf setelah berbuat salah. Selain itu, Anda dapat membuat budaya minta maaf dalam keluarga. Mudah bukan?.

Berikan Alasan yang Jelas dan Logis
Anak kecil juga butuh alasan mengapa ia harus melakukan sesuatu. Nah, tugas Anda sebagai orang tua adalah memberikan alasan yang logis dan jelas mengapa ia harus meminta maaf. Sampaikan dengan tulus, karena minta maaf tidak hanya di mulut saja tapi juga dari hati.

Dukung dengan Bahasa Tubuh
Gesture tubuh sangat memengaruhi penilaian seberapa tulus ucapan itu diungkapkan. Ucapan maaf secara verbal saja tidak cukup. Tambahkan dengan jabat tangan, merangkul dan memeluk. Bahasa tubuh ini akan membuat ungkapan maaf terlihat lebih tulus.

Jadilah Perantara Bagi Anak
Jika di keluarga terbiasa dengan budaya maaf, mungkin hal ini mudah bagi si anak jika meminta maaf sesama anggota keluarga. Tentu berbeda jika ia harus melakukannya kepada orang lain. Nah, tugas Anda adalah menjadi perantara anak dengan temannya untuk meminta maaf. (vemale.com/Salimah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.