oleh

Moms, Ini Cara Persiapkan Mental Anak Saat Pertama Masuk Sekolah

PortalMadura.Com – Tidak semua anak berani menghadapi hari pertama masuk sekolah, walaupun anak itu sudah besar biasanya masih merasa canggung. Karena, sebagian anak memiliki kecemasan tersendiri saat masuk ke gedung sekolah baru dan bertemu dengan orang yang baru pula.

Lantas, apakah rasa cemas tersebut harus dihilangkan?. Tidak, ini adalah perasaan yang wajar dialami saat anak bersiap belajar hal baru di tempat yang baru. Hanya saja Anda sebagai orang tua cukup memberikannya arahan atau pemahaman tentang sekolah yang akan ditempatinya itu. Misalnya dengan melakukan persiapan agar anak bisa nyaman di awal sekolahnya.

Nah, salah satu persiapan yang bisa dilakukan orang tua di antaranya mengenalkan anak dengan lingkungan fisik sekolahnya nanti, demikian disampaikan psikolog anak dan remaja dari RaQQi – Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi. Sehingga, anak punya kesempatan untuk mengenal lingkungan barunya.

“Sambil jelaskan ke anak ini calon sekolah kamu, ini ada lapangannya ada kolam renangnya misal. Kenalkan fasilitasnya. Terus ‘latihan’ juga perjalanan dari rumah ke sekolahnya. Sekali dua kali melakukan itu cukup kok,” kata Ratih.

Kemudian, jangan lupa mengatur ritme biologis anak, termasuk jam tidur. Sebab, dikatakan Ratih, ketika anak sudah sekolah, maka ada aktivitas reguler yang akan dia lakukan. Sebut saja setelah bangun tidur maka langsung mandi lalu sarapan, tidak nonton TV seperti yang kerap dilakukan ketika anak belum sekolah.

Walaupun saat itu memang anak tidak benar-benar pergi sekolah, tapi pembiasaan aktivitas yang sama akan memudahkan. Pasalnya, nanti saat anak sudah benar-benar masuk sekolah, ia akan terbiasa dan jam biologisnya bisa terbentuk dengan baik.

“Kemudian, libatkan anak saat membeli peralatan sekolah misalnya alat tulis atau buku. Dengan begitu, anak bisa tahu bahwa barang itu miliknya sehingga dia bertanggung jawab pada alat sekolah yang ia gunakan,” kata Ratih.

Dalam membeli peralatan sekolah, haruskah orang tua membelikan semua perkakas yang diinginkan anak?. Menurut Ratih, membiarkan anak ikut memilih alat sekolah yang akan ia gunakan bukan berarti mengikuti apa yang diinginkannya.

Orang tua bisa memberi opsi terbatas misalnya saja, anggaran Rp 100 ribu untuk membeli buku, kaos kaki, dan alat tulis. Dengan begitu, anak juga bisa belajar mengalokasikan uang dengan efektif.

“Terus jelasin juga ke anak misalnya sekolah itu apa sih, kayak gimana, terus dia nantinya akan ketemu dengan teman baru-baru,” kata Ratih. (detik.com/Putri)


Tirto.ID
Loading...

Komentar