oleh

MUI Bangkalan, Warga Mengaku Penerus Nabi Isa adalah Bohong

PortalMadura.Com, Bangkalan – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bangkalan KH. Syarifuddin Damanhuri mengatakan, pengakuan Nur Tajib (40) warga Desa Patereman, Kecamatan Modung, Bangkalan, Madura, Jawa Timur sebagai penerus Nabi Isa setelah mendapatkan wahyu dari Tuhan lewat alam mimpi adalah bohong.

Menurutnya, pengakuan Nur Tajib sangatlah tidak logis, sebab jika ditinjau berdasarkan pengakuan yang bersangkutan, pertama kali menyebarkan ajaran “nyelenneh”-nya kepada ibu kandungnya sendiri.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Kapal Karam dan Dua Kerangka Jenazah Berhasil Dievakuasi Tim Sar Polda Jatim

“Kalau ada bapak ibunya berarti dia (Nur Tajib, red) bohong,” tutur Ketua MUI Bangkalan melalu pesan singkat yang dikirim dari Madinah.

Hingga saat ini, pihaknya masih belum bisa memberikan keterangan lebih detail terkait hal tersebut, sebab dirinya bersama Bupati Bangkalan masih menjalankan ibadah umroh.

Sebelumnya, Nur Tajib (40), diamankan oleh anggota Polres Bangkalan lantaran mengaku sebagai penerus Nabi Isa.

Dalam pengakuannya, perintah menjadi penerus Nabi Isa, ia peroleh langsung dari Allah sejak bulan November 2014.

Sejak itulah dirinya menjalankan ajaran-ajaran yang diduga sesat terhadap keluarga dan kerabat dekatnya hingga berhasil mempunyai jamaah sekitar 70 orang. (lora/har)

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar