Museum Keraton Sumenep Juara 3 Kategori Daya Tarik Wisata Budaya pada Ajang ‘East Java Tourism Award 2021’

  • Bagikan
Museum Keraton Sumenep Juara Tiga Kategori Daya Tarik Wisata Budaya
Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan penghargaan kepada Bupati Sumenep Achmad Fauzi.(Ist)

PortalMadura.Com, Sumenep – Pemerintah Provinsi Jawa Timur, mengapresiasi insan pariwisata dan terus mendorong pemerintah kabupaten/ kota dalam pemulihan pariwisata melalui pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Salah satu programnya, dengan memberikan penghargaan yang dikemas melalui ajang, “East Java Tourism Award 2021” berlangsung di Hotel Mercure Malang, Jumat (10/12/2021).

Sedangkan Museum Keraton Sumenep masuk juara terbaik ketiga Kategori Daya Tarik Wisata Budaya. Penghargaan diserahkan oleh Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Sumenep Achmad Fauzi.

Terbaik satu, Tenun Ikat Bandar Kidul Kota Kediri dan Jelajah Heritage Gresik Kota Tua Kab. Gresik nominasi kedua. Terbaik keempat Wisata Religi Sunan Bejagur Lor, Tuban.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi menyampaikan, keberadaan Keraton Sumenep perlu terus dijaga dan dilestarikan dengan baik.

“Keraton Sumenep adalah satu-satunya di Jatim yang masih terjaga. Dari keraton inilah kebudayaan itu lahir dan kebudayaan itu perlu terus dijaga agar tidak tergerus zaman,” katanya, Sabtu (10/12/2021).

Selain itu, secara resmi Sumenep juga mendapatkan lima sertifikat Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) tahun 2021.

Lima warisan budaya itu, meliputi dua jenis kuliner yakni cake dan kaldu kokot. Sedangkan bidang kesenian dan pertunjukan meliputi Musik Tong-Tong, Sintong, dan Topeng Dhalang.

Penyerahan sertifikat WBTb 2021 dilakukan Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Achmad Fauzi, di Hotel Mercure Malang, Jumat malam, (9/12/2021).

Pihaknya mengharapkan, kebudayaan asli Sumenep hendaknya dijaga terus menerus dan dilestari agar tidak punah.

“Melalui sertifikat penetapan budaya itu sebagai salah satu wujud pengawasan dan kepedulian terhadap keberadaan budaya Sumenep,” katanya.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.