oleh

Nama Masjid Agung Sumenep Bakal Dirubah

PortalMadura.Com, Sumenep – Masjid Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur yang mulai dibangun pada tahun 1779 Masehi dan selesai 1787 Masehi bakal berganti nama dari sebutan Masjid Agung menjadi Masjid Jamik Keraton Sumenep.

“Masjid ini murni dibangun oleh raja Sumenep dari uang pribadinya. Bukan dari pemerintah. Oleh karenanya, penyebutan masjid sudah layak jika diberi nama Masjid Jamik Keraton Sumenep,” tegas Ketua Takmir Masjid, Husin Satriawan, Sabtu (18/10/2014).

Keinginan pihak takmir, sejalan dengan Ir. Abd. Wahid, Kepala Kantor Kebersihan dan Pertamanan (KKP) Sumenep. “Penyebutan nama masjid memang harus dikembalikan kepada siapa yang membuat. Karena yang membangun adalah raja pada saat ada keraton, sudah sepantasnya menjadi Masjid Jamik Keraton Sumenep,” katanya.

Nama tersebut diakui masih akan dikomunikasikan kepada Bupati Sumenep, A Busyro Karim. Sebab, penyebutan nama Masjid Agung juga melalui proses legalitas pemerintahan sebelum-sebelumnya.

Masjid Jamik atau Masjid Agung Sumenep ini merupakan salah satu bangunan 10 masjid tertua dan mempunyai arsitektur yang khas di Nusantara ini. Masjid Agung Sumenep dibangun setelah selesainya pembangunan Kraton Sumenep, pembangunan masjid ini digagas oleh Adipati Sumenep ke 31, Pangeran Natakusuma I alias Panembahan Somala (berkuasa tahun 1762-1811 M).

Adipati yang memiliki nama asli Aria Asirudin Natakusuma ini, sengaja mendirikan masjid yang lebih besar, untuk menampung jemaah yang semakin bertambah.(htn)

Masjid Jamik Keraton Sumenep
Masjid Jamik Keraton Sumenep Tempo Dulu
Masjid Jamik Keraton Sumenep Tempo Dulu. Sebelah Utara Ada Bangunan Untuk Warga Kurang Mampu
Masjid Jamik Keraton Sumenep Tempo Dulu. Sebelah Utara Ada Bangunan Untuk Warga Kurang Mampu

Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE