oleh

Napi Rutan Klas II B Sampang Tak Dapat Remisi Natal

PortalMadura.Com, Sampang – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau narapidana di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur tidak ada yang mendapatkan remisi pada momen Hari Natal tahun 2020.

Pelaksana harian (Plh) Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Klas II B Sampang, Siti Rachimah menyampaikan, WBP tidak ada yang menerima remisi maupun bebas penjara.

Selamat Ibadah Puasa

“Remisi natal nihil, dan WBP mayoritas beragama Islam. Jadi, pengikut agama nasrani nihil,” terangnya, Jumat (25/12/2020).

Terlepas dari momentum Hari Natal, pihaknya mengatakan, ada sebagian WBP mendapatkan bebas asimilasi di rumah dan Pembebasan Bersyarat (PB).

Sebelum masa tahanan berakhir, aktivitas WBP bebas asimilasi di rumah mendapat pemantauan dari Rutan Klas II B Kabupaten Sampang. Namun, mereka datang untuk memberikan laporan.

“Rata-rata mereka datang, ada yang meneruskan usaha bengkel dan juga jadi petani,” katanya.

Menurutnya, semua WBP Rutan Klas II B Sampang yang bebas asimilasi di rumah, berperilaku baik dan datang tepat waktu sesuai apa yang dianjurkan petugas.

“Datang sendiri ke Rutan dengan menyerahkan surat keterangan asimilasi diganti dengan surat pembebasan,” ungkapnya.

Rachimah menyebutkan, jumlah warga binaan dari berbagai tindak pidana di Rutan Klas II B Kabupaten Sampang meningkat dibandingkan 2019.

“Tahun lalu, kurang lebih ada 216 orang. Jumlah keseluruhan mencapai 373 pada tahun ini,” ujarnya.

Pihaknya berpesan kepada seluruh tahanan, WBP bebas asimilasi dan bebas bersyarat supaya tidak mengulangi perbuatan atau tindak pidana yang sama.

“Harus baik dengan masyarakat sekitar, hindari berbuat kesalahan serupa yang dapat meresahkan masyarakat. Bersikap sopan dan paling utama salat lima waktu tetap dijalankan sebagaimana istikomah selama di Rutan,” tuturnya.

Bahkan pihaknya mengaku, selalu mewanti-wanti terhadap WBP yang telah bebas penjara agar tidak mudah percaya pada informasi yang menyesatkan.

“Jangan mudah terhasut dan terprovokasi oleh informasi hoaks yang dapat merugikan orang lain dan diri sendiri,” pungkasnya.(*)

Penulis : Rafi
Editor : Lisa Mana L

Komentar