Kalam  

Bacaan Niat Puasa Qadha Arab, Latin, dan terjemahan

Avatar of PortalMadura.com
Bacaan Niat Puasa Qadha Arab, Latin, dan terjemahan
Bacaan Niat Puasa Qadha Arab, Latin, dan terjemahan

Ramadhan adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim yang telah baligh dan berakal sehat. Puasa ini memiliki keutamaan-keutamaan yang tercantum dalam hadist-hadist shahih.

Namun, tidak semua muslim dapat melaksanakan puasa di bulan Ramadhan karena berhalangan dengan alasan yang syari. Untuk itulah, qadha puasa wajib dilaksanakan sebagai ganti dari puasa yang tidak dilaksanakan.

Syarat Sah dan Rukun Puasa Ramadhan

Sebelum melaksanakan puasa di bulan Ramadhan, seorang muslim harus memenuhi syarat sah dan rukun puasa. Syarat sah puasa adalah berakal sehat, baligh atau sudah mengalami mimpi basah untuk laki-laki, dan mengalami haid atau menstruasi untuk perempuan.

Adapun rukun puasa adalah niat, menahan diri dari makan, minum, dan aktivitas lainnya yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari, serta tahu kapan dilaksanakannya puasa di bulan Ramadhan.

Keutamaan Berpuasa di Bulan Ramadhan

Puasa di bulan Ramadhan memiliki keutamaan-keutamaan yang tercantum dalam hadist-hadist shahih. Di antara keutamaan tersebut adalah terbukanya pintu surga serta tertutupnya pintu neraka dan setan-setan yang dibelenggu.

Rasul bersabda bahwa pada awal malam bulan Ramadhan, seluruh setan dan jin yang durhaka diikat, seluruh pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka. Selain itu, para penyeru pun menyerukan pada setiap malam-malam di bulan Ramadhan untuk mengajak orang-orang yang mengharapkan kebaikan agar melaksanakan puasa dan mendapatkan keutamaan-keutamaannya.

Meskipun puasa di bulan Ramadhan adalah wajib hukumnya, ada pula seseorang yang diberikan keringanan dan diperbolehkan untuk tidak melaksanakan puasa di bulan Ramadhan karena berhalangan dengan alasan yang syari seperti sakit yang tidak mampu disembuhkan dalam waktu dekat atau sedang dalam masa nifas atau menyusui.

Namun, muslim yang berhalangan tersebut wajib untuk mengganti atau mengqadha puasa wajib tersebut di bulan lain sebagai pengganti dari puasa yang tidak dilaksanakan di bulan Ramadhan.

Aku dulu memiliki kewajiban untuk puasa. Aku tidak mampu membayar hutang puasa tersebut, kecuali pada bulan Sya'ban.' (HR Bukhari no 1950 dan Muslim no 1146)

Puasa qadha atau mengganti puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi umat Muslim yang belum dapat menunaikan kewajiban puasa di bulan Ramadhan sebelumnya.

Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits dari Muslim dan Bukhari, bahwa waktu untuk mengganti puasa Ramadhan atau mengqadha puasa adalah selama satu tahun penuh. Oleh karena itu, penting bagi umat Muslim untuk mengetahui cara menjalankan puasa qadha dengan benar.

Berikut ini adalah tata cara yang dapat dilakukan.

1. Melakukan puasa secara berurutan

Ketika melakukan puasa qadha, dianjurkan untuk melakukan puasa secara berurutan, apabila puasa yang ditinggalkan saat Ramadhan juga berurutan. Meskipun diperbolehkan untuk membayar hutang puasa dengan selang-seling, namun melaksanakan puasa qadha secara berurutan diutamakan.

2. Melakukan puasa qadha sebanyak puasa Ramadhan yang ditinggalkan

Puasa qadha harus dilakukan sebanyak puasa Ramadhan yang telah ditinggalkan. Artinya, apabila meninggalkan puasa Ramadhan sebanyak 7 kali, maka puasa qadha pun harus dilakukan sebanyak 7 kali.

3. Mengucapkan niat dengan ikhlas dan benar

Ketika hendak melaksanakan puasa qadha, penting untuk mengucapkan niat dengan ikhlas dan benar di dalam hati, pada malam hari sebelum melaksanakan puasa qadha di keesokan harinya atau sebelum sahur.

4. Menentukan jumlah hari yang harus diganti

Apabila jumlah hari dari puasa Ramadhan yang ditinggalkan tidak diketahui atau lupa, maka wajib untuk melakukan puasa qadha dengan mengambil jumlah terbanyak dari hari yang ditinggalkan.

Tujuannya adalah agar puasa qadha yang dilakukan dapat memberikan ketenangan serta tidak meninggalkan kekhawatiran apabila kurang ketika meng-qadha puasa.

5. Mengisi waktu kosong dengan ibadah

Selama menjalankan puasa qadha, sebaiknya mengisi waktu kosong dengan ibadah, seperti membaca Al-Qur'an atau berdzikir. Hal ini akan membantu meningkatkan pahala serta memberikan keberkahan dalam menjalankan puasa qadha.

qadha (Arab, Latin, dan terjemahan)

Puasa qadha merupakan puasa yang dilakukan untuk mengganti puasa yang tidak sempat dilaksanakan di waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Namun, tahukah kamu bahwa ketika mengganti puasa atau mengqadha puasa, sebaiknya turut mengucapkan ? Hal ini dilakukan agar puasa yang dilaksanakan menjadi lebih sempurna dan diterima oleh Allah SWT.

Niat Puasa Qadha Menurut Mazhab Syafi'i

Menurut mazhab Syafi'i, orang yang akan puasa qadha pun wajib untuk melafalkan niat puasa. Hal ini tercantum pula dalam sebuah hadits shahih. Syekh Sulaiman Al Bujairimi dalam Hasyiyatul Iqna-nya mengatakan bahwa disyaratkan untuk mengucapkan niat di malam hari, bagi seseorang yang akan menjalankan puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, maupun puasa nadzar.

Syarat tersebut berdasarkan pada hadits Rasulullah SAW yang berbunyi, “Barang siapa yang tidak memalamkan niatnya sebelum fajar, maka tidak ada puasa bagianya. Karena tidak ada jalan yang lain kecuali mengucapkan niat puasa setiap hari berdasarkan pada redaksi zahir hadist” (Syekh Sulaiman Al Bujairimi, Hasyiyatul Iqna', Juz II).

Mengapa Perlu Mengucapkan Niat Puasa Qadha?

Mengucapkan niat puasa qadha sebenarnya tidak hanya berlaku untuk mazhab Syafi'i saja, namun juga berlaku pada mazhab-mazhab yang lain. Tujuannya adalah agar ibadah puasa yang dilakukan lebih sempurna dan diterima oleh Allah SWT.

Mengucapkan niat juga membantu seseorang untuk mengingat bahwa ia sedang beribadah dan memperkuat tekad dalam menjalankan puasanya. Selain itu, niat juga menjadi pengikat dalam melaksanakan ibadah agar tetap khusyuk dan tidak terpengaruh oleh gangguan dari luar.

Bagaimana Cara Mengucapkan Niat Puasa Qadha?

Cara mengucapkan niat puasa qadha sebenarnya sama dengan cara mengucapkan niat puasa Ramadhan atau puasa sunnah lainnya. Namun, yang membedakan adalah dalam niat puasa qadha harus disebutkan jenis puasa yang dilakukan, yaitu puasa qadha.

Contohnya, “Aku berniat puasa qadha hari ini untuk mengganti puasa yang tidak sempat dilaksanakan di bulan Ramadhan yang lalu karena alasan tertentu. Aku berniat berpuasa dengan penuh kesadaran dan keikhlasan karena Allah SWT semata.”

Niat Puasa qadha Ramadhan Di Hari Senin

Ketika seorang muslim ingin mengganti puasa Ramadhan pada hari senin, maka lafazd niatnya seperti ini.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ يوم الاثنينعَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari senin karena Allah SWT.”

Niat Puasa Ganti Ramadhan Di Hari Selasa

Jika ingin menggantinya dihari selasa maka lafazd niatnya bisa dibaca seperti ini :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ يوم الثلاثاء قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari selasa karena Allah SWT.”

Niat Puasa Ganti Ramadhan Di Hari Rabu

Untuk dihari rabu maka lafazd niatnya bisa seperti ini :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ يوم الاربعاء قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari rabu karena Allah SWT.”

Niat Puasa Ganti Ramadhan Di Hari Kamis

Jika ingin menggantinya dihari kamis maka seorang muslim bisa melafazdkan niat puasanya seperti ini :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ يوم الخميس قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari kamis karena Allah SWT.”

Niat Puasa Ganti Ramadhan Di Hari Sabtu

Untuk lafazd niat ganti puasa hari sabtu bisa melafzdkannya seperti ini :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ يوم السبت قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari sabtu karena Allah SWT.”

DAPATKAN UPDATE BERITA LAINNYA DI

google news icon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.