oleh

NU Sumenep Sebut Tujuh Pesantren dan Lima TK Beraliran Wahabi

PortalMadura.Com, Sumenep – Ketua Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, KH A Panji Taufiq, menyebutkan sudah ada tujuh pesantren dan lima Taman Kanak-kanak (TK) yang menganut pemahaman wahabi.

“Saya ingin tegaskan sekali lagi, khususnya di Kecamatan Kota Sumenep, kami tahu dan kami catat, telah berdiri lima TK yang berhaluan wahabi,” kata Kiai Panji, sapaan akrab KH A Panji Taufiq, Jumat (20/12/2019).

Hal tersebut disampaikan pada momentum Pelantikan & Launching Program Pengurus PC Fatayat NU Sumenep masa khidmat 2019-2024, di Aula Kantor Kementerian Agama, Sumenep.

Bahkan, pihaknya juga menyebutkan sudah ada tujuh pesantren di Sumenep yang memilih paham wahabi. “Dua di kota, dan menyebar di seluruh Sumenep beberapa,” kembali menegaskan.

Tempat lain yang disinyalir menganut aliran serupa adalah penitipan bayi yang mulai menjamur. “Hanya kedok bukan dalam tujuan memperdalam ilmu Alquran, tapi semata-mata penumpang yang akan merongrong Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja) dan NKRI,” ujarnya.

Ia pun mengapresiasi dengan keberadaan Fatayat NU Sumenep yang sejak 10 tahun terakhir dinilai telah menunjukkan dinamika yang luar biasa. Dan patut untuk di-support, karena persoalan kebangsaan dan keagamaan ada di lingkungan rumah tangga.

“Ibu adalah tulang pungkung untuk mendidik putra-putri kita. Ibu-ibu secara istikamah (berpendirian kuat), bukan hanya melayani dan meladeni, tapi mendoakan anak-anak. Dalam ajaran NU doa itu sungguh luar biasa,” ucapnya.

Persoalan keagamaan dan kebangsaan di Indonesia sudah menunjukkan dinamisasi yang cukup tinggi tidak ketinggalan juga di Sumenep. “Kalau anak-anak kita telah dimasuki pemahaman yang anti terhadap paham Islam pesantren, ini sangat bahaya dan menjadi ancaman bagi kita semua,” tandas Kiai Panji.

Untuk itu, pihaknya berharap, program Fatayat NU Sumenep ke depan hendaknya lebih dimaksimalkan di desa-desa, karena warga NU Sumenep 80 persen hidup di desa.(*)

Penulis : Hartono
Editor : Putri Kuzaifah

Komentar