Nurfitriana, Momentum Isra’ Mi’raj Jadikan Perjuangan Entas Kemiskinan

Nurfitriana 1
Nurfitriana Busyro Karim
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Nurfitriana Busyro Karim mengungkapkan, momentum Isra’ Mi’raj hendaknya dijadikan motivasi dan perjuangan dalam ikut serta membantu pemerintah dalam mengatasi segala persoalan umat.

Menurutnya, PKK sebagai mitra pemerintah sudah seharusnya ikut serta dan terus berkontribusi terhadap pembangunan bangsa, khususnya di Kabupaten Sumenep. “Kita dituntut bersatu dalam mengatasi berbagai persoalan umat saat ini. Misalnya, kemiskinan di Sumenep yang cukup tinggi dan mencapai 19,62 persen,” ujar Nurfitriana dalam momen ‘Ngaji Bareng‘ di Sumenep, Selasa (24/4/2018).

Demikian pula, sambungnya, indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Sumenep yang masih berada di peringkat 34 dari 38 kabupaten/ kota di Jatim. “Dua indikator itu menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Sumenep masih memiliki pekerjaan besar dalam meningkatkan kesejehteraannya,” katanya.

Dikatakan, hanya dengan kerja keras, ikhtiar dan kebersamaan, cita-cita membangun Sumenep dapat tercapai. Sebagaimana Rasulullah telah mencontohkan, bahwa masyarakat Madinah yang tentram dan sejehtera tidak mungkin terwujud tanpa kerja keras dan pengorbanan seluruh komponen masyarakatnya.

Hal tersebut dapat terwujud, kata wanita cantik ini, harus diawali dengan niat suci, seperti peristiwa perjalanan Nabi yang diawali dengan pembersihan hati, sebagai bekal cahaya dalam perjalanan suci (Isra’ Mi’raj).

Baca Juga:  Pengamanan Aksi PMII, Polres Sumenep Terjunkan 301 Personel

“Membersihkan hati sebagai bagian dari dimensi kerohanian merupakan awal dari suatu proses transformasi sebelum melakukan berbagai pekerjaan besar. Membangun bangsa sesuai peran dan fungsi kita, ibarat melakukan sebuah perjalanan suci yang memerlukan kebersihan hati dan kejernian nurani sehingga kesulitan yang dihadapi dapat teratasi dengan baik,” ungkapnya.

Dengan hati yang bersih itu, semua pihak dapat saling memelihara harmoni dan kebersamaan. Dengan hati yang bersih pula dapat terhindar dari rasa kebencian, saling salah menyalahkan dan fitnah. “Dalam membangun peradaban manusia, kita juga dapat mencontoh kehidupan masyarakat Madinah. Sebab, Rasulullah telah memberikan teladan dalam membangun peradaban umat manusia di Madinah,” ujarnya.

Menurutnya, kala itu, kaum muslim bersatu padu, bahu membahu, mewujudkan tatanan masyarakat yang aman, damai, adil dan sejehtera. Sebagaimana masyarakat yang dicita-citakan sekarang ini. Masyarakat yang dicontohkan oleh Rasulullah itulah yang kemudian dikenal sebagai masyarakat khairoh ummah, umat yang terbaik dan utama.

Baca Juga:  Warga Takut Bangun Rumah dan Tempat Usaha di Bekas Keraton Batuputih

“Yakni, suatu masyarakat yang dibangun di atas fondasi tauhid serta masyarakat yang taat dan patuh kepada hukum. Maka pembangunan yang kita lakukan saat ini pun harus beroreintasi pada nilai-nilai ilahiah, nila-nilai yang bersumber dari Allah dan Rasulnya. Dengan cara itu, kita akan mampu mengemban amanah ini dengan baik,” tandasnya.

“Ajaran Islan juga memerintahkan umatnya untuk membangun persatuan dan kesatuan. Islam melarang umatnya untuk berpecah-belah,” imbuh Nurfitriana dibalut senyum khasnya.

Ngaji Bareng‘ dalam momentum memperingati Isra’ dan Mi’raj tersebut diselenggarakan oleh TP PKK Kabupaten Sumenep bersama Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesmas) Pemkab Sumenep dengan penceramah Prof. DR. HM. Sahid dari kota Surabaya.(Hartono)


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.