oleh

Oknum TNI Tusuk Polisi, Polres dan Kodim Pamekasan Pastikan Masalah Pribadi

PortalMadura.Com, Pamekasan – Kepolisian Resort (Polres) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, memastikan jika kasus penusukan terhadap anggotanya oleh oknum anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Koramil Palengaan Pamekasan adalah masalah pribadi.

Kapolres Pamekasan, AKBP Djoko Lestari menegaskan, kasus penusukan yang saat ini tengah ditangani Detasemen Polisi Militer (Denpom) Surabaya merupakan masalah pribadi, tidak ada hubungannya dengan institusi.

“Ini masalah pribadi yang lebih lanjut kita akan dalami, khususnya dari pihak Denpom terkait dengan motifnya. Namun sampai sekarang dari hasil penyidikan bersama Kodim, ini adalah masalah pribadi. Tidak ada kaitannya dengan institusi,” tegasnya, Rabu (11/12/2019).

Pihaknya sudah melakukan apel bersama dengan Kodim yang bertempat di Makodim guna menghindari kesalahpahaman antar anggota.

“Masalah ini betul-betul masalah pribadi, tidak ada hubungannya dengan kedinasan. Dan pada saat kejadian juga, itu di luar jam dinas,” jelasnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0826 Pamekasan, Letkol Inf M. Efendi menyampaikan, persoalan yang melibatkan anggotanya dengan anggota Polres Pamekasan merupakan kasus pribadi, pihaknya bersama Polres melakukan apel bersama untuk menghindari kesalahpahaman.

“Kalau soal sanksi sudah ada yang ngurus, ada bagian masing-masing. Yang bersangkutan sekarang sudah dibawa ke Pomdam untuk dimintai keterangan dan segala macam,” tandasnya.

Dia berharap, persoalan tersebut berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kodim bersama Polres Pamekasan akan senantiasa berjalan bersama demi pembangunan Pamekasan.

Selasa (10/12/2019) sekitar pukul 10.30 WIB terjadi penusukan yang melibatkan anggota Polres Pamekasan dengan anggota Koramil Palengaan Pamekasan. Belakangan, kasus tersebut diduga bermotif asmara.

Korban Bripka Imam Santoso yang merupakan anggota Polres Pamekasan, tiba-tiba keluar dari dalam rumah milik anggota TNI di Jalan Sersan Mesrul Gang 2 Kampung Pongkoran, Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, dengan kondisi berlumuran darah. Pelaku atas penusukan tersebut diketahui bernama Serda Ali Syahbana.

Korban yang diduga panik karena ingin menyelamatkan diri ke rumah sakit langsung mengambil motor warga yang tengah belajar mengemudikan motor di sepanjang jalan tersebut. Praktis, pemilik motor berteriak meminta tolong lantaran dianggap motor miliknya dirampas orang tidak dikenal.

Korban yang merupakan warga Desa Teja Timur, Kecamatan Pamekasan, tersebut datang bersama ibunya ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban masuk ke dalam rumah yang belum ditempati itu, sementara ibunya menunggu di luar agak jauh dari rumah yang menjadi lokasi penusukan.

“Saya awalnya bingung, ada yang minta tolong karena motornya dirampas, ada yang minta tolong anaknya dikejar karena berlumuran darah. Tapi kemudian, ibu-ibu itu bilang kepada pemilik motor disuruh tenang motornya tidak akan hilang, karena yang bawa anaknya,” terang salah satu warga setempat, Dion kepada awak media.

Baca Juga: Kasus Penusukan Anggota Polisi Pamekasan Ditangani Denpom Surabaya

Dion menyampaikan, dirinya kemudian mengantar ibu korban untuk pulang ke rumahnya, setibanya di Jalan KH. Agus Salim ada banyak kerumunan orang. Sehingga dirinya yang berboncengan dengan ibu korban memutuskan untuk melihat kerumunan orang tersebut.

“Setelah dilihat, ternyata korban jatuh pingsang, mungkin sudah tidak kuat, karena banyak darah yang keluar. Akhirnya memanggil ambulance untuk dibawa ke rumah sakit. Saya kemudian mengantar ibunya ke rumahnya Teja Timur, ibunya tidak mau diantar ke rumah sakit,” pungkasnya.

Penulis: Marzukiy
Editor: Desy Wulandari
Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE