oleh

Omzet Perajin Ukiran Karduluk Sumenep Capai Rp200 Juta Per hari

PortalMadura.Com, Sumenep – Omzet perajin mebel dan seni ukiran Desa Karduluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur bisa mencapai Rp200 juta per hari.

Ada sekitar 300-an pemilik usaha mebel dan seni ukir dengan mempekerjakan lebih dari 1.000 orang di sentra ukir tersebut.

“Total omzet tak kurang dari Rp200 juta per hari,” terang salah seorang penjual dan pemilik usaha mebel serta kerajinan ukiran Desa Karduluk, Sumenep, Slamet Ready, Rabu (19/7/2017).

Seharusnya, kata dia, omzet pengusaha dan perajin ukiran jauh lebih besar mengingat Desa Karduluk merupakan sentra ukir dan prokduknya mempunyai khas tersendiri.

Ciri khasnya, meski mulai memasukkan unsur modern, misalnya pada penggunaan papan pada tempat duduk, namun konsep desain utamanya tetap memakai gaya tradisional yang sangat khas.

Terutama pada gaya dan warna yang diaplikasikan pada sandaran punggung dan element lain yang berada pada kaki serta bagian bawah depan.

Ia pun berharap, ada keterlibatan pemerintah, misalnya dibidang pemasaran dan tambahan modal. “Tentu tetap butuh sentuhan dari pemerintah. Ini harapan kami,” tandasnya.

Sementara, Kasi Aneka Jasa Usaha Koperasi Dinas Koperasi Usaha Mekro Sumenep, Syaiful Bahri, mengemukakan, pembinaan terhadap pengrajin ukiran Karduluk terus dilakukan. Bahkan dalam banyak kesempatan ikut membantu mempromosikan, semisal melalui pameran produk ukiran.

“Yang banyak dikeluhkan oleh pengrajin ukir itu, kekurangan modal. Itu yang menjadi kendala bagi mereka, sehingga untuk mengembangkan perlu tambahan modal,” katanya.

Sedangkan kebutuhan bahan baku terpenuhi dengan baik. Bahkan, hampir semua jenis kayu sesuai dengan pesanan tetap tercukupi.(Hartono)

-
-

Komentar