oleh

Operasi Pasar Pemprov Jatim Tak Mampu Tekan Harga Sembako di Sumenep

PortalMadura.Com, Sumenep – Operasi pasar yang digelar Pemerintah Propinsi Jawa Timur mulai 27 Mei – 1 Juli 2016 dipastikan tidak bisa menekan harga sembilan bahan pokok (Sembako).

“Kami pesimis, kalau tujuannya untuk menekan harga sembako tidak akan mampu karena jumlah sembako yang dijual sangat terbatas,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep, Syaiful Bahri, Senin (6/6/2016).

Menurutunya, operasi pasar itu minimal dapat meringankan beban masyarakat, karena memang ada subsidi harga dari pemerintah.

Untuk Kabupaten Sumenep hanya ada dua pasar yang menjadi tempat operasi pasar yakni pasar Anom Baru dan pasar Bangkal. Kedua pasar tersebut berada dikecamatan Kota.

“Pada saat operasi pasar, pukul 08.00 Wib bahan yang dijual itu sudah habis. Tidak bisa mengcover pangunjung pasar yang datang saat siang hari, padahal petugas sudah membatasi pembelian yakni maksimal 2 kilogram setiap itemnya,” katanya.

Sembako yang tersedia dalam program operasi pasar ini diantaranya gula, beras, minyak goreng dan tepung.

Untuk harga gula pasir seharga Rp11.750 per kg. Kuota setiap harinya sebanyak 850 kg, minyak goreng Rp11.300 per liter dengan kuota 650 liter atau 54 karton per harinya, harga beras Rp43.500 per 5 kg dengan kuota 250 kg per hari dan harga tepung segitiga biru Rp7.200 per kg dengan kuota 100 kg setiap harinya.

Sementara, harga gula pasir disejumlah pasar tradisional di Sumenep bertahan Rp16 ribu per kg sejak sepekan lalu.

“Penyebabnya memang permintaan konsumen sangat tinggi karena bulan puasa. Tapi minimal harga sembako dipasaran itu tidak naik lagi,” tukasnya. (arifin/har)


Komentar