Orangtua, Ini Pentingnya Bangun Body Image Positif pada Anak Pra-remaja

  • Bagikan
membangun kepercayaan diri anak
ilustrasi

PortalMadura.Com – Citra diri merupakan persepsi seseorang terhadap tubuhnya, apa yang ia rasakan tentang bentuk tubuhnya, dan bagaimana ia membawakan dirinya. Tidak heran, saat memasuki usia remaja seorang anak akan mengalami banyak perubahan pada tubuhnya akibat masa pubertas.

Karena di fase itu, penampilan fisik seperti berat badan atau penampilan kulit, menjadi hal yang dianggap penting untuk diterima dalam pergaulan mereka. Maka dari itu, orangtua perlu membekali anak-anaknya agar mereka memiliki body image (citra diri) positif.

Anak yang memiliki citra diri positif biasanya punya rasa percaya diri yang baik, lebih berprestasi, dan mampu menghargai kelebihan dirinya yang tidak terkait dengan penampilan luar.

Body image itu bukan apa yang kelihatan dari luar, tapi apa yang ia rasakan. Bisa saja orang yang berat badannya normal tapi merasa kegemukan, atau merasa tidak puas karena tungkai kakinya pendek sehingga merasa dirinya jelek,” kata seorang psikolog, Sutji Sosrowardojo.

Citra diri seseorang bisa negatif atau positif. Jika ia selalu merasa tidak puas dengan penampilan fisiknya, maka ia memiliki citra diri negatif.

Sutji, menjelaskan, bahwa citra diri sangat dipengaruhi oleh bagaimana orang lain, seperti keluarga, teman sebaya, dan media, dalam menilai dirinya.

Sayangnya, orangtua sering memberi pengaruh kurang baik, sehingga anak memiliki citra diri negatif. Misalnya, anak yang sering mendengar orangtuanya mengeluh tentang berat badan atau menilai orang lain dari bentuk dan ukuran tubuhnya, akan membentuk persepsi anak tentang body image yang keliru.

“Anak-anak akan melihat dirinya sendiri, lalu merasa ia juga tidak sempurna karena gemuk atau pendek. Belum lagi kebiasaan orang dewasa yang sering memoles foto selfie dengan aplikasi untuk terlihat lebih cantik sebelum diposting di media sosial. Ini juga memengaruhi anak,” ungkapnya.

Selain itu, anak dengan body image negatif akan merasa cemas, malu, harga dirinya rendah, serta hari-harinya dikuasai oleh perasaan tidak sempurna.

“Anak juga akan sulit konsentrasi karena pikirannya melulu tentang kekurangannya. Ini bisa mengarah pada eating disorder, bahkan kecenderungan bunuh diri,” ujarnya.

Untuk itu, mengingat besarnya peran orangtua dalam pembentukan body image seorang anak, sebenarnya orangtua bisa mengajarkan anak pentingnya mensyukuri keadaan tubuhnya sejak anak masih berusia dini. Orangtua juga harus mendampingi anak melalui masa pubertas dengan baik.

“Bantu anak merasa nyaman dan bangga dengan tubuh mereka. Misalnya, dengan memuji kelebihan anak dalam hal kepribadian, kepandaian, atau karakternya. Kalau anak merasa kegemukan, Anda bisa memuji kepribadiannya yang periang atau bakatnya yang besar dalam bermain basket, ” paparnya.

Sebagai orangtua, Anda perlu memberi pengertian kepada anak bahwa kesehatan jauh lebih penting dibanding penampilan tubuh. Kelilingi anak dengan orang-orang yang suportif dan membuat ia nyaman dengan dirinya.

“Pengaruh dari luar sangat besar, tapi Anda bisa menguatkan anak dari dalam keluarga. Ajari anak tidak apa-apa bentuk tubuh tidak sempurna, yang penting bagaimana Anda bisa menerima kekurangan itu,” jelasnya. (kompas.com/Salimah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.