P4TKI Sebut Warga Pamekasan Abai Gunakan Safety Belt Saat Kerja di Luar Negeri

Avatar of PortalMadura.com
P4TKI Sebut Warga Pamekasan Abai Gunakan Safety Belt Saat Kerja di Luar Negeri
Ilustrasi (riaumandiri.co)

PortalMadura.Com, Pamekasan – Jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yang meninggal dunia di negeri rantau selama tahun 2020 relatif tinggi, yakni mencapai 52 orang.

Koordinator Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Pamekasan, Hari Sarjana mengungkapkan, faktor kematian TKI yang sebagian besar ilegal itu karena sakit, seperti stroke, kencing manis dan ginjal, ada pula akibat kecelakaan kerja.

“Mereka tidak bisa mendapatkan asuransi, karena yang bersangkutan berangkatnya tidak prosedural,” katanya, Sabtu (23/1/2021).

Dia menyebut, TKI asal Madura dan Pamekasan secara khusus nekat ketika bekerja dengan mengabaikan safety belt atau sabuk pengaman ketika bekerja di ketinggian. Padahal, perusahaan telah menyiapkan alat pengaman tersebut demi keselamatan pekerja.

Baca Juga:  Warga Kalikatak Dikeler Polisi Sumenep

“Orang Pamekasan dan Madura ini yang jadi TKI di luar negeri terkenal agak nekat mengabaikan keselamatan diri, dari perusahaan sebenarnya sudah disediakan safety belt untuk keselamatan kerja, tapi terkadang ada sebagian dari mereka yang tidak mau pakai,” tandasnya.

Dia berharap masyarakat yang berkeinginan menjadi TKI agar berangkat secara resmi atau legal untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Ironisnya lagi tidak akan mendapatkan asuransidari pemerintah apabila mengalami kecelakaan kerja.

“Yang rugi adalah keluarganya sendiri, hasil kerja jerih payah dari TKI ini kan yang ditunggu-tunggu oleh keluarganya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, kalau ada kejadian seperti ini kan yang rugi keluarganya,” pungkasnya.

Baca Juga:  Rawan Aksi Balap Liar, Polsek Pangarengan Sisir Lokasi Kumpul Remaja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.