oleh

Pamekasan “Masih” Krisis Air

Pamekasan (Portal Madura)– Kesulitan air bersih yang melanda sebagian wilayah di Pamekasan sampai kini belum teratasi secara maksimal. Droping air gratis yang dijanjikan pemerintah kabupaten setempat belum bisa dinikmati warga yang berada di daerah kekeringan. Salah satunya, warga yang berada di Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.

Mohammad Zuhri salah satu warga Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan mengatakan sebagian warga di daerahnya yang kebanyakan pelanggan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Pamekasan sangat merasakan dampak kekeringan yang terjadi saat ini. Sebab, para pelanggan itu sudah tidak terurus meski tidak mendapat suplai air selama beberapa bulan terakhir.

“Pelanggan PDAM di sini sudah putus asa karena sudah tidak bisa diharapkan. Kami sempat diiming-imingi program, sudah disurvei tapi sampai sekrang tidak ada tindaklanjut,” katanya.

Menurut Zuhri, akibat kekeringan itu, warga Desa Ambat terpaksa membeli air bersih untuk mandi dan dikonsumsi dengan harga berbeda. Air mandi seharga Rp 80 ribu pertangki, sedangkan air yang bisa dikonsumsi seharga Rp 90 ribu pertangki.

Sayangnya tidak semua warga bisa membeli air dalam ukuran tangki karena selain tidak punya uang yang cukup, mereka juga tidak memiliki bak penampungan air. Dari kondisi yang terjadi saat ini, kelangkaan air bersih ini menjadi lahan bisnis bagi warga yang tergolong mampu dan memiliki bak penampungan air. Mereka mengecer air yang dibeli dari tangki itu kepada warga yang tidak mampu seharga Rp 1. 000 per jerigen ukuran 50 liter.

“Kekeringan ini sudah menjadi lahan bisnis, karena daerah kami merupakan kawasan pesisir yang tidak ada sumber mata air. Sementara PDAM sudah tidak mengurus kemacetan aliran air yang sudah berbulan-bulan,” katanya.

Zuhri berharap adanya perhatian serius dari pemerintah setempat untuk meringankan beban masyarakat di daerah itu. Sebab, selama kekeringan berlangsung, tidak ada droping air dari PDAM maupun dari pemerintah setempat.

Sementara itu, pencarian sumber air yang dilakukan Komando Distrik Militer (Kodim) 0826 Pamekasan dengan menggali sumur bersama warga setempat mulai digarap. Penggalian sumur itu diharapkan bisa menemukan sumber air yang layak konsumsi dan mampu mencukupi kebutuhan warha. Sejauh ini, penggalian sumur di Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan masih dilakukan di satu titik.

Komandan Kodim 0826 Pamekasan, Letkol Arm Mawardi Arie Arumbinang mengatakan penggalian sumur itu  akan dilakukan di 10 titik di daerah kekeringan di 13 kecamatan se-kabupaten Pamekasan. Saat ini, penggalian masih bersifat survei untuk mencari sumber air yang akan digali.

“Sambil jalan, kami masih survei satu-satu. Rencananya kami gali 10 sumur. Karena kami yakin, di daerah kering itu ada sumber yang bisa dimanfaatkan,” katanya.

Direktur PDAM Pamekasan Agus Bahtiar mengatakan pihaknya sudah menyiapkan 5 armada tangki untuk melakukan droping air ke wilayah yang mengalami kekeringan. Hanya saja dirinya belum menerima instruksi dari Bupati setempat, Achmad Syafii untuk melakukan droping.

“Kami ini hanya pelaksana dan sampai saat ini kami belum menerima instruksi. Kalau instruksi, kapan saja kami siap,” katanya.

Ia menambahkan setiap desa yang mengalami kekeringan bisa menyampaikan permintaan air bersih melalui tokoh masyarakat dan kepala desa tanpa dipungut biaya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) menyebutkan sudah terdapat 71 desa di Pamekasan yang dinyatakan mengalami kekeringan. Lembaga tersebut berencana menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa yang mengalami kekeringan.

Dari data yang dirilis BPBD Pamekasan,  71 desa yang mengalami kekeringan itu tersebar di 10 kecamatan, yakni Kecamatan Kadur sebanyak 7 desa, Pegantenan 5 desa, Proppo 8 desa, Pademawu 6 desa, Tlanakan 7 desa, Palengaan 5 desa, Larangan 3 desa, Waru 12 desa, Pasean 6 desa, dan Batumarmar 12 desa.

Dalam data itu, BPBD membagi kasus kekeringan menjadi tiga kategori, yakni kering langka terbatas, kering langka dan kering kritis. Sementara untuk di Pamekasan lebih banyak kering kritis, yakni berada di 41 desa dan manyoritas desa tersebut berada di wilayah pantura

-
-

Komentar