Pasar Anom Sumenep Go Merchant QRIS

  • Bagikan
Pasar Anom Sumenep Go Merchant QRIS
Launching QRIS di Pasar Anom Sumenep (@portalmadura.com)

PortalMadura.Com, Sumenep – Pembayaran non tunai pada saat transaksi antara pedagang dan pembeli di Pasar Anom Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai diberlakukan dan diminati.

Pihak Bank Indonesia (BI) dan Bank Jatim secara resmi me-launching implentasi produknya berupa Quick Respon Code Indonesian Standard (QRIS), Rabu (15/12/2021) yang diawali dengan kegiatan Gowes Bareng.

Gowes Bank Jatim
Gowes Bareng Sekda Sumenep, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, dan Dirut Jatim (@portalmadura.com)

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim Harmanta mengaku siap untuk menerapkan QRIS di semua pasar tradisional Sumenep. “Melalui transaksi QRIS, masyarakat mendapat banyak kemudahan,” katanya di Sumenep.

Dengan QRIS, kata dia, masyarakat tidak lagi bingung dengan banyaknya aplikasi pembayaran. Tujuan BI adalah menyederhanakan alat pembayaran di merchant-merchant itu.

“Dengan QRIS membuat transaksi efisien, aman, nyaman dan sehat,” ujarnya.

Pihaknya menyebutkan, implementasi QRIS di Sumenep memiliki lonjakan yang luar biasa sejak 3 tahun terakhir. Pengguna QRIS di tahun 2019 kisaran 600-an merchant, tahun 2020 menjadi 8.500 merchant.

“Pada tahun 2021 ini, meloncat hingga 120 persen atau 19 ribu merchant QRIS,” katanya.

Sementara, Dirut Bank Jatim, Busrul Imam mengatakan, sebagai bank milik masyarakat Jawa Timur, tentunya selalu siap men-support program QRIS yang manfaatnya sangat dirasakan langsung oleh warga Jatim.

“Ke depan, Bank Jatim selalu siap untuk membantu pemerintah daerah Sumenep dan siap bekerjasama dengan para pihak,” katanya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Edy Rasiyadi, menyambut positif atas penerapan QRIS di Pasar Anom Sumenep. “Semoga dengan adanya QRIS ini dapat memudahkan dan membantu kenyamanan saat bertransaksi di Pasar Anom,” ujarnya.

Pasar Anom Sumenep
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim Harmanta, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep Edy Rasiyadi, dan Dirut Bank Jatim Busrul Imam mengunjungi pedagang di pasar Anom Sumenep (@portalmadura.com)

Menurut dia, digitalisasi menjadi kunci utama dalam pemulihan ekonomi, baik pada masa pandemi maupun untuk kedepannya. Masyarakat kini sudah harus mampu mempromosikan dan melakukan transaksi melalui e-commerce.

“Dan hingga saat ini, respon masyarakat Sumenep dengan program QRIS sangat bagus. Sudah ada 80 pedagang Pasar Anom yang menggunakan kanal QRIS,” sebutnya.

Aktivitas transaksi yang dilakukan melalui digitalisasi dampaknya sangat positif. Salah satunya, perkembangan usaha yang dijalankan masyarakat akan tercatat dengan baik. “Ke depannya, kami mengharapakan QRIS ini dapat diperluas di pasar-pasat tradisional,” tandasnya.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.