oleh

Pasca Lebaran Harga Cabe Kriting Melorot

PortalMadura.Com, Sumenep – Para petani cabe kriting yang ada di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mulai mengeluhkan merosotnya harga pasca panen. Saat ini, hanya dipatok Rp. 2.300 hingga Rp. 2.400 per kilogram (kg).

Padahal harga cabe kriting sebelum hari raya Idul Fitri, masih pada kisaran Rp. 2.700 hingga Rp.3.500 per kg. Namun setelah lebaran, harga cabe malah melorot tajam, sehingga banyak petani cabe yang membiarkan tanamannya mati meranggas.

“Mau gimana lagi kalau harganya terus turun, ya dengan sangat terpaksa kami membiarkan tanaman cabe mati,” Kata Sajati (46) warga Desa Beluk Raja, Kecamatan Ambunten, Sumenep, saat ditemui diladang taninya, Jumat (1/8/2014).

Para petani cabe membiarkan tanaman cabenya mati, karena hasil penjualan tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan untuk merawat atau biaya panen. Sehingga mereka memutuskan tanaman cabenya mati merangas ditegalan.

“Biaya produksi itu sangat tinggi, mas!. Biaya panen, biaya perawatan semisal menyiram kami pakai listrik, terus biaya pupuk. Pokoknya antara biaya dan hasil penjualan tidak sebanding, sehingga kami merugi, dari pada merugi terus lebih baik kami biarkan saja meranggas,” sesalnya.

Sementara H. Rasiqin (50) warga Desa Beluk Kenek, Kecamatan Ambunten, Sumenep, masih mempertahankan dan tetap merawat tanaman cabenya. Meski harga cabe terus melorot tajam, ia tetap merawat tanaman cabenya agar tidak mati.

Menurutya merawat tanaman cabe, diperlukan ketelatenan dan ketekunan, karena harga cabe tidak selamanya akan merosot, dan diyakini suatu saat harga cabe akan mengalami kenaikan. Dikatakan, merosotnya harga cabe saat ini ada kemungkinan karena baru habis lebaran, sehingga banyak pedagang maupun restotan yang membutuhkan cabe belum pada buka, sehingga kebutuhan cabe menjadi berkurang.

“Mungkin saja merosotnya harga cabe saat ini, karena masih banyak warung makan yang belum buka, kan masih baru habis lebaran siapa tahu penjualnya masih mudik, lagian kenapa harus tidak merawat cabe yang sudah terlanjur berbuah, kan eman bila tidak dirawat, kalau nanti harganya tiba-tiba naik kan tinggal memetiknya,” pungkasnya.(dien/htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.