oleh

Pasca Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok di Sumenep Merangkak Naik

PortalMadura.Com, Sumenep – Harga kebutuhan pokok di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur pasca lebaran Idul Fitri 1436 H merangkak naik. Salah satunya beras dan cabai.

Harga beras kualitas premium merk ikan paus kemasan 25 kilogram yang semula seharga Rp 235 ribu, sekarang naik menjdi Rp 240 ribu. Sedangkan merk lima jaya super, semula harganya Rp 220 ribu dalam kemasan 25 kilogram, saat ini naik menjadi Rp 222 ribu dan merk lima jaya biasa, semula Rp195 ribu kemasan 25 kilogram, naik menjadi Rp 210 ribu. Kenaikan harga juga terjadi pada beras IR64, semula seharga Rp 9 ribu per kg, sekarang naik menjadi Rp 9.600 per kg.

“Naiknya harga beras itu dipicu berkurangnya pasokan dari daerah penghasil. Sebab di beberapa daerah penghasil beras mengalami gagal panen akibat dilanda kekeringan,” ungkap Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, Heni Yulianto, Kamis (30/7/2015).

Heni memaparkan, kenaikan harga juga terjadi pada cabai. Harga cabai kecil biasa semula Rp 40 ribu, naik menjadi Rp 60 ribu per kg. Cabai rawit juga mengalami kenaikan, pada minggu sebelumnya seharga Rp28 ribu, saat ini naik menjadi Rp 40 ribu per kg.

“Kalau harga cabai ini memang fluktuatif. Sangat bergantung pada permintaan dan stok. Sebab, cabai ini termasuk komuditas yang mudah rusak. Jadi sangat tergantung pada kondisi cuaca,” tegasnya.

Sementara, untuk komoditas lain, kata Heni, harganya relatif stabil. Gula pasir dalam negeri Rp 11 ribu per kg, dan gula pasir impor Rp 12 ribu per kg. Untuk harga daging sapi tetap Rp 110 ribu per kg, ayam broiler Rp 32 ribu per kg, dan ayam kampung turun dari Rp 90. Ribu menjadi Rp 80 ribu per kg.

“Harga daging ayam mulai turun setelah sempat melambung karena tingginya permintaan saat masa lebaran. Tetapi meski sudah turun, harga untuk komoditas daging sapi dan ayam ini masih tergolong tinggi dibanding saat di luar bulan ramadan dan idul fitri,” pungkasnya. (arifin/har)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.