oleh

Pasien Terduga Mers di Jember Terus Bertambah

Jember –  Jumlah pasien terduga (suspect) virus corona “Middle East Respiratory Syndrome” (Mers CoV) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, terus bertambah. Petugas Medis setempat menemukan kembali tujuh orang.

“Petugas menemukan tujuh orang di Kecamatan Jenggawah suspect Mers CoV dan semuanya menjalani observasi di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) setempat,” kata Humas Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, Yumarlis, Sabtu.

Sebelumnya, Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi Jember merawat seorang pasien perempuan terduga Mers sejak Sabtu (10/5) dan pasien tersebut merupakan pasien rujukan dari pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Tanggul dengan keluhan sesak napas, batuk, dan pilek setelah menjalani ibadah umrah.

“Jumlah pasien terduga Mers di Jember, totalnya menjadi delapan orang, namun satu pasien di RSD dr Soebandi Jember sudah diambil swap (cairan tenggorokan) oleh tim Dinas Kesehatan Provinsi Jatim,” tuturnya.

Yumarlis mengatakan tujuh pasien yang dirawat di Puskesmas Jenggawah tersebut mengalami batuk, pilek, dan sesak napas setelah menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci Mekkah.

“Petugas kesehatan masih melakukan observasi dan hal tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah gejala yang diderita merupakan gejala yang ditimbulkan akibat virus korona atau hanya penyakit flu biasa,” katanya.

Dinkes Jember, lanjut dia, akan merujuk ketujuh pasien terduga Mers ke RSD dr Soebandi Jember, apabila kondisi kesehatan mereka tidak kunjung membaik.

“Jika dalam dua hari kedepan kondisi kesehatan ketujuh pasien tersebut tidak menunjukan adanya perkembangan yang baik, maka mereka untuk segera dirujuk ke RSD Dr Soebandi Jember untuk mendapatkan perawatan medis lebih intensif,” paparnya.

Sementara itu, Direktur RSD dr Soebandi Jember dr Yuni Ermita mengatakan kondisi perempuan terduga Mers yang dirawat di ruang isolasi RS setempat sudah membaik, namun pasien masih tetap menjalani perawatan di ruang isolasi dan belum diperbolehkan pulang karena menunggu hasil laboratorium.

“Kami masih menunggu hasil laboratorium suspect Mers, sehingga masih belum bisa memastikan apakah pasien yang bersangkutan terjangkit virus korona atau tidak, dan pihak rumah sakit akan menindaklanjuti hasil laboratorium,” tuturnya.(deliknews/htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.