oleh

Pasukan Berani Mati di Pamekasan Berangkat ke Jakarta

PortalMadura.Com, Pamekasan – Sedikitnya ada 37 Laskar Pembela Islam (LPI) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi demo akbar di depan Istana Presiden RI, Jumat (4/11/2016).

Koordinator Lapangan LPI Pamekasan, Abdul Halim mengatakan, umat Islam yang ikut aksi demonstrasi dalam kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahya Purnama atau Ahok murni inisiatif sendiri, tidak ada paksaan dari siapapun.

“Karena mereka yakin ini persoalan agama, sehingga Ahok harus bertanggungjawab dan polisi harus memproses secara hukum,” ungkapnya, Kamis (3/11/2016).

Dikatakan, perwakilan umat Islam tersebut berangkat dari bumi Gerbang Salam menggunakan 2 mini bus dan satu unit mobil Avansa. Mereka langsung berkumpul di Surabaya dengan umat Islam lain di Jawa Timur sebelum bertolak ke Jakarta.

“Sebenarnya banyak yang mau ikut ke Jakarta, tapi tidak bisa karena terbatas. Aksi demo besar-besaran besok ini murni penegakan hukum, tidak ada tendensi politik atau SARA,” tandasnya.

Pihaknya meminta agar kepolisian bertindak tegas atas dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok. Sebab, siapapun yang melanggar hukum harus diproses secara hukum, apalagi persoalan ini menyangkut keyakinan yang akan menyedot perhatian umat.

Dia memungkasi, masyarakat yang ikut aksi tersebut sudah menyatakan siap mati demi menegakkan syari’at Islam di bumi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini. (Marzukiy/choir)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.