Pasukan Israel Serbu Al-Aqsa, Jemaah Luka-Luka

Avatar of PortalMadura.Com
Pasukan Israel Serbu Al-Aqsa, Jemaah Luka-Luka
Tentara Israel memaksa masuk di atara para jemaah shalat untuk membubarkan mereka disela-sela aksi protes pada intervensi tentara Israel yang masuk ke Masjid al-Aqsa dan menyerang jemaah shalat pada 27 Juli 2018. Lusinan warga Palestina mengalami luka-luka. ( Mustafa Alkhafarouf - Anadolu Agency)

PortalMadura.Com, telah mengerahkan pasukannya ke kompleks Masjid di Yerusalem Timur, di tengah bentrokan yang berlangsung antara aparat dengan , sejak Jumat.

“Setidaknya 50 polisi tambahan telah memasuki kompleks masjid dalam satu jam terakhir. Sementara itu, pasukan Israel telah menutup gerbang Al-Aqsa dan mencegah siapapun memasuki kompleks masjid,” ungkap seorang saksi mata dilaporkan Anadolu Agency, Sabtu (28/7/2018).

Seorang pejabat Palestina yang bekerja di daerah itu mengatakan bahwa puluhan orang Palestina luka-luka setelah pasukan Israel memasuki kompleks dan menyerang jamaah.

Lewat sebuah pernyataan, Firas Al-Dibs, juru bicara Otoritas Wakaf Keagamaan yang dikelola oleh Yordania, mengatakan, setidaknya 60 tentara telah memasuki situs suci “dengan melontarkan gas air mata dan granat kejut untuk membubarkan para jemaah usai salat Jumat”.

“Lima belas warga Palestina terluka, termasuk tiga penjaga Masjid,” tambah dia.

Menurut Al-Dibs, pihak berwenang Israel telah menyegel Masjid Al-Qibali dengan rantai besi dan mencegah jemaah Palestina memasuki gedung tersebut.

Sementara itu, gerakan perlawanan yang berbasis di Gaza, Hamas, mengutuk provokasi “berbahaya” Israel. Lewat sebuah pernyataan, juru bicara Hamas Fawzi Barhoum mengatakan: “Aksi teror berbahaya ini ditujukan ke jemaah Muslim di Al-Aqsa dan orang-orang Arab,”

Barhoum menyebut serangan pasukan Israel “mencerminkan rasisme dan ekstremisme pemerintah pendudukan Israel”.

Dalam sebuah pernyataan terpisah, gerakan Jihad Islam menyatakan: “Apa yang terjadi di Al-Aqsa adalah eskalasi yang serius. sebuah serangan terencana ke kota Yerusalem”.

Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Saeb Erekat menyerukan kepada komunitas internasional dan negara-negara Islam untuk mencegah pelanggaran pasukan Israel yang didukung Amerika Serikat ke Masjid Al-Aqsa dan untuk memberikan perlindungan Internasional bagi rakyat Palestina.

Eraket juga menekankan bahwa Israel harus menjalani persidangan di pengadilan Internasional karena “pelanggaran sistematis” terhadap rakyat Palestina dan pelanggaran hukum Internasional.

Lembaga Al-Azhar Mesir – otoritas keagamaan Sunni yang paling utama – juga mengutuk serangan tersebut.

“Kami mengutuk pelanggaran yang sedang berlangsung oleh pasukan pendudukan Zionis terhadap Masjid Al-Aqsa dan serangan biadab yang menargetkan jamaah (masyarakat) di masjid,” kata lembaga tersebut dalam sebuah pernyataan tertulis.

Pernyataan itu juga mendesak organisasi internasional dan lembaga hak asasi manusia untuk mengutuk pelanggaran Israel dan “memenuhi tanggung jawab mereka” dalam mendukung hak-hak rakyat Palestina.

Bagi umat Muslim, Al-Aqsa merupakan situs ketiga paling suci di dunia. Orang Yahudi menyebut wilayah itu sebagai “Bukit Bait Suci”, mengklaimnya sebagai situs dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur selama Perang Timur Tengah tahun 1967, sebelum akhirnya mengusai seluruh wilayah kota pada tahun 1980, dan mengklaimnya sebagai ibu kota negara Yahudi.

Pada akhir tahun 2000, kunjungan politikus Israel Ariel Sharon ke Al-Aqsa telah memicu pemberontakan yang kemudian berlangsung selama bertahun-tahun untuk melawan pendudukan Israel, yang mengakibatkan tewasnya ribuan orang Palestina.(AA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.