oleh

Pasutri di Sampang Jadi Korban Pengeroyokan

PortalMadura.Com, Sampang – Pasangan Suami Istri (Pasutri), H. Sahar (57) dan Hj. Samuna (50) warga Desa Patapan, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan.

“Para pelaku langsung merusak pagar rumah. Setelah itu, tanpa basa basi saya langsung dianiaya,” kata korban, Sahar, Kamis (20/8/2020).

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Insiden penganiayaan, berawal ketika Hudaifi (25) putra dari kedua korban pergi untuk hadir ke acara tahlil pada Selasa 18 Agustus 2020 pukul 19:00 WIB. Sampai di lokasi, Hudaifi memarkir sepeda motornya.

Kemudian, setelah Hudaifi turun dan berjalan kaki. Tanpa disadari, ia tidak sengaja tersenggol seorang warga yang berpapasan, dan Hudaifi langsung mendapat balasan pukulan dari pelaku.

Menjadi korban pemukulan, Hudaifi bergegas pulang ke rumah. Beberapa saat kemudian, pelaku mendatangi korban bersama puluhan massa dengan membawa senjata tajam berupa celurit.

Tiba di lokasi kejadian, massa yang diperkirakan mencapai 20 orang menarik tubuh Hudaifi keluar dan melakukan pengeroyokan. Sedangkan korban pasutri berupaya melerai dan terjadi adu saling dorong dengan para pelaku.

Melawan puluhan pelaku, korban Samuna jatuh dan mengalami patah tulang pada tangan kirinya. “Sampek saya mengalami lebam di wajah, dan istri mengalami patah tulang di tangan,” terangnya.

Kapolsek Torjun, Sampang, Iptu Heriyanto menyampaikan, kasus dugaan penganiayaan terhadap pasutri sedang dilakukan penyelidikan.

“Saat ini, kami masih melakukan proses penyelidikan. Setiap ada perkembangan, langsung kami melaporkan ke Polres Sampang,” singkatnya.

Kedua korban dibawa petugas serta sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Mohammad Zyn Sampang.(*)

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar