Patah Hati Berbuah ‘Usaha Mie Muslim’, Kini Jadi Rujukan Kaum Milenial Sumenep

Penulis: Muhammad IqbalEditor: Hartono
Patah Hati Berbuah 'Usaha Mie Muslim', Kini Jadi Rujukan Kaum Milenial Sumenep
Menu Mie Muslim ala Mas Adit (Muhammad Iqbal @portalmadura.com)

PortalMadura.Com, – Setidaknya ada dua tipe orang saat menghadapi luka hati. Ada yang menempuh jalur keterpurukan, sehingga membuat hari-harinya hanya mendekap pada kubangan nestapa, meratapi setiap cerita yang telah dilaluinya dan merasa bagai orang yang paling menderita.

Ada pula tipe orang yang menjadikan luka hati sebagai motivasi yang mampu membakar semangat dirinya untuk mengubahnya menjadi seseorang yang jauh lebih baik, bermakna dan bangkit dari nestapanya. Tipe kedua ini, dirasa cukup mewakili seorang pemuda Sumenep, Madura, Jawa Timur, Muhammad Aditya Rizfan.

Patah hati yang sempat dialami Muhammad Aditya Rizfan ternyata mampu membakar semangatnya dengan membuka usaha ‘’. Usahanya yang dirintis sejak tanggal 15 Oktober 2020, kini menjadi rujukan kuliner kaum milenial Sumenep. Tak hanya satu lokasi, ia sudah mampu membuka cabang.

“Alhamdulillah, dari Cabang Ganding dan Cabang Sumenep, pendapatan dari usaha mie muslim sudah mampu dua digit,” ucap Muhammad Aditya Rizfan, dalam perbincangannya dengan PortalMadura.Com, Kamis (10/11/2022).

Untuk berkunjung ke tempat usaha Mas Adit, sapaan akrab Muhammad Aditya Rizfan, kaum milenial wilayah kota, bisa langsung datang ke Jl. Letnan Mertua No.6, Desa Karangduak, Kecamatan Kota Sumenep. Sedangkan lokasi kedua, di Jl. Guluk-Guluk, Dusun Naga, RT 004, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep.

Baca Juga

Adit yang dikenal ramah dan taat dalam beragama menyampaikan, motivasi kuat untuk merintis usaha yang tidak dibekali dengan modal yang cukup berawal dari patah hati. Adit ditinggal sang kekasih pujaannya karena kondisi ekonominya. Kala itu, ia tak mampu membawa sesembahan untuk meminangnya.

“Saya tak punya biaya untuk melamarnya. Ia malah pergi dan memilih orang yang lebih pantas,” ujar Adit mengenangnya.

Ia pun memutuskan untuk membuka usaha mie muslim yang diniatkan untuk mengubah nasib dan dorongan kuat untuk membantu kedua orangtuanya.

Penamaan Mie Muslim juga merujuk pada keyakinan teologis sang owner yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.

Dari niat tulus itulah, dua kedai mie muslim yang ia buka tidak pernah luput dari orderan besar dan pengunjung selalu ramai. Usaha Mas Adit mampu menghipnotis para pelajar. “Pengunjung paling banyak dari kalangan pelajar, baik itu SD, SMP dan SMA,” terangnya.

Untuk menikmati menu mie muslim ala Mas Adit ini, tak perlu merogoh saku terlalu dalam, cukup dengan Rp11 ribu, pengunjung sudah mendapat satu porsi yang dipastikan mampu membuat perut kenyang. Selamat berkunjung bagi penikmat .(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.