oleh

Patok Harga Lebih Murah, Petani Garam Madura Enggan Jual pada PT. Garam Persero

PortalMadura.Com, Pamekasan – Para petani garam di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, enggan menjual hasil produksinya pada PT. Garam Persero setempat.

Salah satu petani garam asal Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Haki (58) mengatakan, pihaknya memilih untuk menjual garam ke pabrikan atau perusahaan industri lokal.

“Patokan harganya lebih mahal,” katanya.

PT Garam Persero mematok harga Rp1.450 per kilogram. Sedangkan untuk pabrikan atau perusahaan swasta berada diatasnya yakni pada kisaran Rp1.550 per kilogram.

Menurutnya, harga yang dipatok oleh PT Garam Persero tidak memihak kepada petambak lantaran biaya untuk produksi garam relatif tinggi.

“Kami memilih menjual ke PT Garindo dan PT Susanti Megah, karena kami juga ingin untung,” ucapnya.

Pihaknya petani juga tidak perlu mengeluarkan biaya angkutan untuk menjual garam ke swasta. “Mereka (pembeli, Red) langsung datang ke lahan petani,” jelasnya.

Dengan sistem pembelian garam seperti tersebut, pihaknya mengaku sangat diuntungkan meskipun selisih harga hanya Rp100 per Kg.

Perlu diketahui, PT. Garam Persero mempunyai serapan anggaran untuk realisasi Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 300 miliar. Plat form pemanfaatan dana PMN tersebut dibagi dalam beberapa program, diantaranya program geomembrane sebesar Rp7 miliar.

Pembangunan pabrik sebesar Rp 64 miliar, revitalisasi dan pembangunan gudang sebesar Rp16 miliar. Dan untuk penyerapan garam rakyat sebesar Rp 206 miliar. (Hasibuddin/Nanik)


Komentar