oleh

Payah! Ratusan Ijazah STAIN Pamekasan Tak Terdaftar di Kemenristek Dikti

PortalMadura.Com, Pamekasan– Mantan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, Madura, Jawa Timur yang diwisuda tahun 2014 perlu was-was terhadap keabsahan ijazahnya. Sebab, dikuatirkan belum terdaftar di Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Republik Indonesia.

Seperti yang dialami salah satu alumni inisial H, asal Kecamatan Pakong Pamekasan. Dia ternyata ditolak saat melakukan pemberkasan sertifikasi guru dengan alasan ijazahnya tidak terdaftar di Kemenristek Dikti.

“Setelah ijazah ditolak saya langsung ke STAIN untuk konsultasi, ternyata memang belum terdaftar. Saya juga check di web Kementristek Dikti memang masih berstatus aktif, ” keluhnya, Senin (28/8/2017).

Dalam web itu dirinya masih tercatat sebagai mahasiswa semester IV dengan status aktif. Akibatnya, mahasiswa angkatan 2010 ini gagal mengajukan sertifikasi guru lantaran masalah yang tidak disangka sebelumnya itu.

Senada juga dialami oleh alumni lain berinisial MA warga Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan Pamekasan. Mahasiswa angkatan 2010 dan juga sama-sama wisuda tahun 2014 itu masih berstatus aktif di Kemenristek Dikti RI.

“Setelah teman-teman seangkatan saya rame, saya juga check ternyata memang masih aktif. Tetapi saya cek untuk kakak tingkat saya yang wisuda tahun 2013 sudah berstatus lulus, ” terangnya.

Ia mengaku, ijazah yang tidak terdaftar itu hanya mahasiswa yang wisuda tahun 2014, sementara mahasiswa yang wisuda sebelum dan sesudahnya yakni 2013 dan 2015 sudah terdaftar alias berstatus lulus.

“Mahasiswa yang wisuda bersama saya sekitar 500 orang, yang wisuda tahap pertama (tahun 2014 juga) sekitar 400 orang,” terangnya.

Dikonfirmasi via telepon, Ketua I STAIN Pamekasan, Nur Hasan mengaku, pihaknya sudah mendaftarkan ijazah mahasiswa sejak dinyatakan wisuda atau lulus dari lembaganya. Tetapi, proses di Kemenristek Dikti RI yang lemot.

“Memang banyak, sekarang sedang kami kerjakan untuk didaftarkan ijazahnya, sama dengan punya saya masih aktif S3 di Dikti,” kilahnya.

Namun demikian, pihaknya akan bertanggungjawab atas persoalan itu. Termasuk juga mereka yang gagal melakukan pemberkasan sertifikasi guru gara-gara ijazahnya tidak terdaftar tersebut.

Tahun 2014 STAIN Pamekasan masih dijabat oleh ketua atau rektor sebelumnya, Dr. Taufiqurrahman. Tetapi saat ini sudah lengser dan diganti oleh Dr. Mohammad Qosim. Termasuk pula, pimpinan lainnya mengalami perubahan. (Marzukiy/Har)


Komentar