oleh

PBB Pamekasan Bawa Dua Opsi ke Rakornas, Pilih Prabowo Atau Abstain Saja!

PortalMadura.Com, Pamekasan – Dewan Pimpinan Cabang Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, lebih condong untuk memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo-Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden (Pilpres) tanggal 17 April 2019.

Ketua DPC PBB Pamekasan, Suli Faris mengungkapkan, pihaknya belum memutuskan untuk mendukung salah satu capres-cawapres, karena masih menunggu hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada tanggal 14 Januari 2019. Tetapi di internal PBB Pamekasan memiliki dua opsi untuk dibawa ke rakornas tersebut. Yaitu memilih Prabowo atau tidak terlibat terhadap keduanya.

“Kalau dukungan secara kelembagaan terhadap pasangan calon presiden, pastinya nanti setelah tanggal 14 (Januari 2019, red) karena ada rakornas. Hanya DPC PBB Pamekasan sudah ada keputusan yang mau dibawa, pertama sebisanya secara kelembagaan PBB mendukung Prabowo, kalau tidak kami minta tidak melibatkan diri kepada dua-duanya, artinya abstain untuk fokus saja pada pileg,” katanya, Kamis (27/12/2018).

Pria yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Pamekasan ini menambahkan, PBB Pamekasan mengambil suara mayoritas warga Madura yang banyak menjatuhkan pilihannya kepada Prabowo-Sandi. Meskipun secara visi dan misi sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan.

“Pertama kenapa kita sarankan ke Prabowo, karena memang suara mayoritas di Madura ini ke Prabowo, termasuk pula tokoh masyarakat dan ulama ke Prabowo. Kita tidak mungkin berseberangan dengan arus. Kalau dari sisi visi misi calon presiden saya rasa sama-sama punya kelebihan,” tambahnya.

Pilihan kedua kenapa memilih abstain apabila tidak mendukung Prabowo-Sandi, sebab PBB harus bangkit dan tidak boleh anjlok lagi pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 sebagaimana yang terjadi pada pileg tahun 2014. Apalagi, mayoritas suara pengurus hingga ranting di daerahnya menyuarakan dukungan terhadap Prabowo-Sandi.

“Kita harus bangkit, tidak boleh jeblok lagi. Oleh karena itu, sebaiknya kalau tidak bisa ke Prabowo lebih baik tidak melibatkan diri terhadap keduanya agar lebih fokus memenuhi target di legislatif. Baik kabupaten, provinsi dan pusat,” pungkasnya. (Marzukiy/Putri)


Tirto.ID
Loading...

Komentar