PBB Sebut Serangan Teror Selandia Baru ”Islamofobia”

PBB sebut serangan teror Selandia Baru Islamofobik
Petugas membawa korban yang terluka ke rumah sakit setelah pria bersenjata menyerang dua masjid saat salat Jumat di Christchurch, Selandia Baru pada 15 Maret 2019. ( Diederik van Heyningen - Anadolu Agency )
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Jenewa – Pakar hak asasi manusia PBB pada Kamis menyebut serangan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, sebagai “Islamofobia”.

Tendayi Achiume, pelapor khusus PBB tentang rasisme, dan Michal Balcerzak, ketua kelompok kerja tentang orang-orang keturunan Afrika, merilis pernyataan bersama itu saat peringatan Hari Penghapusan Diskriminasi Rasial Sedunia.

“Pekan lalu, seorang supremasi kulit putih melancarkan aksi teroris Islamofobia di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, hingga menewaskan 50 orang dan melukai banyak orang lainnya,” kata mereka dalam pernyataan itu. dilaporkan Anadolu Agency, Jumat (22/3/2019).

“Peristiwa tragis ini mengingatkan kita bahwa rasisme, xenofobia, dan kebencian religius sangat berbahaya,” tambah mereka dengan menekankan bahwa kekerasan rasial dan diskriminasi berasal dari ideologisme etno-Nasionalis dan supremasi.

Para ahli mendesak Negara-negara anggota PBB untuk merespons masalah ini dengan serius, menjamin kesetaraan ras, dan mengadopsi kebijakan yang akan melindungi warga.

Mereka juga mendesak orang-orang untuk melawan rasisme, xenophobia, dan bentuk intoleransi keberagaman lainnya.


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.