Pelaku Usaha Kecil Dinilai Kurang Kreatif

Avatar of PortalMadura.Com
Pelaku Usaha Kecil Dinilai Kurang Kreatif
Salah satu UKM di Pamekasan (Foto Hasibuddin)

PortalMadura.Com, - Lemahnya pemasaran produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) se-Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menjadi perhatian penuh Dinas Koperasi dan UMKM setempat.

dan UMKM Kabupaten Pamekasan, Yulianto, mengatakan rendahnya pemasaran produk tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya, produk dinilai kurang kreatif serta strategi pemasaran yang cenderung monoton.

“Mayoritas produknya itu itu saja, sehingga tidak tampil beda,” ujar Pria yang akrab disapa Jon tersebut, Selasa (31/7/2018).

Menurutnya di Kabupaten Pamekasan setidaknya sudah ada 195.554 Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Jumlah tersebut berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017, yang terbagi ke dalam tiga sektor usaha. Diantaranya, Sektor Industri, Jasa dan Perdagangan.

Rinciannya, 11.455 sektor usaha industri, 16.250 usaha jasa, dan 167.849 usaha perdagangan. Kesemuanya sudah tersebar di 13 kecamatan.

Jon mengatakan, dari jumlah ratusan ribu pelaku UKM mayoritas hanya didominasi oleh toko-toko makanan, minuman, serta sejenis warung kopi.

“Seharusnya memang ada UKM yang mempunyai sedikit kreafitas seperti produk dompet batik, sandal batik, atau barang apa saja yang berbentuk batik,” paparnya.

Saat ini, pihaknya tengah fokus pada pembinaan pemberdayaan usaha mikro utamanya bagi anak muda yang juga ingin menjadi pelaku UKM.

“Apalagi DPRD masih menggodok Raperda soal Wirausaha Muda, dan saya harapkan memang ada nilai positif dengan bertambahnya daya kreasi anak muda,” pungkasnya.(Hasibuddin/Nanik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.