oleh

Pelatihan Kartu Prakerja Dihentikan Muncul Masalah Baru di Madura

PortalMadura.Com, Sampang – Program pelatihan Kartu Prakerja dihentikan lewat surat Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja nomor S-148/Dir-Eks/06/2020/pada 30 Juni 2020.

Penghentian Pelatihan Kartu Prakerja tersebut justru membuat masalah baru di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur yang menimpa para pesertanya.

iklan pilbup

Mereka harus gigit jari karena uang insentif (uang saku) tahap kedua bagi peserta yang lolos dan sudah mengikuti pelatihan pada program Kartu Prakerja tidak dapat dicairkan.

“Paserta yang lolos dan ikut pelatihan dari gelombang pertama sampai ketiga mencapai 18 orang. Dan delapan peserta di antaranya, sudah menerima insentif tahap pertama,” terang Kasi Pelatihan, Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang, Lutfi, Selasa (7/7/2020).

Menurut dia, untuk tahap kedua dan tahap berikutnya sudah diputus karena Pemerintah Pusat telah menghentikan program Kartu Prakerja tersebut.

Bagi peserta program Kartu Prakerja mendapatkan insentif Rp600.000 per bulan. Sedianya, program Pra Kerja akan berlangsung hingga 4 bulan ke depan sehingga setiap peserta total mendapatkan uang saku sebesar Rp3.550.000.

Pemerintah Kabupaten Sampang, dalam hal ini Diskumnaker tidak bisa berbuat apa-apa bagi peserta Kartu Prakerja yang lolos dan telah mengikuti pelatihan, namun tidak mendapatkan uang saku tersebut.

“Uang insentif bukan dari kami. Tetapi hak dan kewenangan Pemerintah Pusat,” jelasnya.

Pihaknya mengaku belum mengetahui rasionalisasi Pemerintah Pusat yang menghentikan program Kartu Prakerja tersebut.

“Maka secara otomatis, gelombang pertama sampai keempat sudah dihentikan. Artinya tidak ada program Kartu Prakerja,” katanya.

Diakui, program pelatihan Kartu Prakerja cukup diminati oleh pemuda Sampang. Data yang dikantongi pihaknya selama melakukan pendampingan, gelombang pertama ada 165 pendaftar, gelombang kedua 50, dan gelombang ketiga mencapai 55 pendaftar.

Bahkan, pada gelombang keempat mencapai 36 orang. Namun, peserta yang lolos dan sudah mengikuti pelatihan hingga gelombang ketiga hanya 18 orang. “Dari yang lolos itu, hanya delapan peserta yang menerima insentif (uang saku) pada tahap pertama,” pungkasnya.(*)

Penulis : Rafi
Editor : Oktaviana Dwi KK
Tirto.ID
Loading...

Komentar