oleh

Pemadaman Bergilir Ganggu Perekonomian Warga, PLN Kurang Respon

PortalMadura.Com, Sampang – Pemadaman listrik secara bergilir di Pulau Mandangin Kecamatan Kota Sampang, Madura, Jawa Timur semakin meresahkan ribuan masyarakat yang bermukim di wilayah tersebut.

Selain belum kunjung teratasi, pemadaman bergilir tersebut memaksa warga kepulauan menggunakan lampu minyak tanah sebagai lampu penerang di malam hari, meski harga minyak tanah sangat tinggi, yakni Rp 18.000 per liter.

“Meski minyak tanah mahal, terpaksa kami menggunakan minyak, untuk penerangan rumah,” kata Abd. Muktadir, warga setempat, Senin (10/11/2014).

Menurut dia, warga dan aparat desa di Pulau Mandangin mengaku sudah beberapa kali melaporkan pemadaman listrik tersebut ke pihak PLN Rayon Sampang, namun sampai saat ini belum ada tanggapan.

Padamnya aliran listrik di pulau tersebut membuat aktivitas ekonomi warga di malam hari terganggu, terutama bagi para nelayan.

“Pasti terganggu mas, karena kalau gelap gulita, kesulitan untuk membawa hasil tangkapan nelayan kerumah,” lanjutnya.

Secara terpisah, Supervisor Pelayanan Pelanggan PLN Rayon Sampang Suharno membenarkan jika pemadaman listrik secara bergilir di Pulau Mandangin belum juga teratasi.

“Iya mas, sampai saat ini pemadaman bergilir itu belum juga teratasi, dan kami dari pihak PLN Rayon Sampang masih melakukan koordinasi dengan PT PLN Area Pamekasan guna melakukan perbaikan,” katanya.

Ia menjelaskan penyebab dilakukannya pemadaman bergilir lantaran Travo pembangkit aliran listrik di pulau tersebut hingga saat ini belum dipasang.

“Kami sudah konfirmasi ke PT PLN Area Pamekasan, dan insyaallah besok petugas dari PLN Pamekasan akan mendatangi lokasi pemasangan travo itu,” janjinya.(lora/htn)


Komentar