oleh

Pembabat Pertama Pulau Giliyang Warga Asal Sulawesi

PortalMadura.Com, Sumenep – Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mulai ramai dibicarakan oleh banyak orang dengan ditemukannya sejumlah titik oksigen yang mampu menyehatkan tubuh manusia. Konon, oksigen itu terbaik kedua tingkat dunia setelah pihak LAPAN melakukan penelitian tahun 2006.

Namun tidak banyak literatur yang menceritakan siapa orang yang membabat Pulau tersebut. “Sampai saat ini, saya tidak menemukan literatur tentang Pulau Giliyang. Tetapi, cerita yang berkembang di masyarakat dan dari buyut saya, yang membabat Pulau Giliyang berasal dari Sulawesi,” kata Ahmad Bati (50), warga Dusun Bancamara Timur, Desa Bancamara, Dungkek, Sumenep, Senin (20/10/2014).

Orang yang berasal dari Sulawesi dan diyakini sebagai sesepuh mereka bernama Daeng Masaleh. Ia datang pada saat Keraton Sumenep dipimpin Sultan Abdurrahman (1811-1854). “Atas ijin Sultan Keraton Sumenep, Daeng Masaleh membabat Pulau Giliyang,” terang Bati yang masih keturunan Daeng Masaleh.

Diceritakan, Daeng Masaleh dari Sulawesi datang ke Pulau Giliyang dituntun Ikan Hiu hingga akhirnya menemukan daratan Pulau Giliyang. Pertama kali mendarat di ujung utara, namun segera berpindah ke bagian barat. Lalu, menetap dibagian timur pulau tersebut.

“Ini benteng yang dijadikan tempat tinggalnya,” katanya sambil menunjukkan lokasi benteng.

Benteng dimaksud masih ada, yakni berupa susunan batu dan sudah berwarna hitam. Awalnya, benteng tersebut cukup luas. Namun, sebagian sudah dipugar oleh warga untuk pembangunan rumah.

Secara geografis, Pulau Giliyang berada pada koordinatot 06 59′ 9″ LS dan 114 10′ 29″ BT dengan luas 921.2 Ha. Dahulu, dikenal dengan dua nama, yakni Pulau Gila Iyang dan Pulau Gili Elang.

Dua kata tersebut mempunyai arti, bahwa Gila Iyang merupakan pulau yang dijadikan pembuangan orang gila dan Gili Elang (Pulo Elang, Madura) adalah pulau hilang yang hilang.

Inilah Keturunan Daeng Masaleh berdasarkan kemampuan hafal Ahmad Bati :

1. Daeng Masaleh
2. Daeng Bati
3. Daeng Macura (moh Husin)
4. Abdul Hamid (sudah disebut Kalebun/Kades)
5. Abdus Sahid (sudah disebut Kalebun/Kades)
6. Moh Toha
7. Ishak

Ishak sendiri mempunyai keturunan yang salah satunya bernama Hanifah. Dan Hanifah sendiri mempunyai keturunan, salah satunya bernama Amad Bati yakni yang menjadi sumber PortalMadura.Com.(Tim Liputan PortalMadura.Com)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE