oleh

Pembangunan PLTD Dikeluhkan Warga‪‬ Pulau Gili Raja

PortalMadura.Com, Sumenep – Warga Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, Sumenep, Madura, Jawa Timur mengeluhkan lambannya  pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel(PLTD) di daerahnya.

Pembangunan yang dimulai sejak 2013 itu, hingga saat ini masih dalam proses pengerjaan.

“Kami sudah lama memimpikan listrik, tapi mau bagaimana lagi kalau pengerjaannya belum juga rampung,” kata Saiful Anam (31), tokoh pemuda Gili Raja, Sabtu (18/4/2015).

Keberadaan listrik bagi warga empat desa di pulau Gili Raja, sudah sangat dibutuhkan. Namun program PLTD tersebut belum bisa memberi manfaat pada masyarakat.

Pihaknya berharap pada pemerintah, agar memprioritaskan penyelesaian pembangunan PLTD di Gili Raja. Sehingga masyarakat cepat menikmati aliran listrik dari pemerintah, karena sangat menunjang aktifitas perekonomian warga kepulauan.

Pemerintah juga diharapkan menambah anggaran pembangunan PLTDA di Gili Raja, karena anggaran untuk pembangunan PLTD, membutuhkan biaya cukup besar, yakni Rp16 miliar.

Sementara anggaran yang dikeluarkan pemerintah, hanya Rp1,6 miliar pada tahun 2014. Sedangkan tahun 2015 pemerintah menganggarkan Rp1,4 miliar, berkurang dari tahun sebelumnya.

Dana tersebut hanya dialokasikan untuk pemasangan tiang pancang jaringan listrik.

“Kalau tiap tahun hanya dianggarkan rata-rata Rp1,5 miliar, penyelesaian pembangunan PLTD Gili Raja, bisa membutuhkan 8 tahun lagi baru rampung,” ujarnya.

Ia pun berharap, pemerintah bisa memanfaatkan dana community development (CD) perusahaan minyak dan gas yang beroprasi di pulau tersebut.

Sementara, Kepala Kantor Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumenep, Abd Kahir mengatakan, pembangunan PLTD di pulau Gili Raja, memang dilakukan secara bertahap. Sebab, dana yang dibutuhkan sangat besar yakni sekitar Rp16 miliar.

Tahun ini, pemerintah daerah kembali menganggarkan dana sebesar Rp1,4 miliar. Dana itu akan digunakan untuk pengadaan dan pemasangan tiang melanjutkan program tahun 2014 yang belum selesai.

Untuk pemasangan jaringan, ditargetkan tahun 2016 bisa terealisasi.

Terkait pemanfaatan dana CD Migas, sulit terealisasi. Sebab, pemerintah daerah dengan legislatif sudah sepakat pengembangan kelistrikan di Gili Raja murni menggunakan dana APBD.(Udin/choir)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.