oleh

Pembentukan Panitia Pilkades Berdarah, Begini Kronologinya

PortalMadura.Com, Bangkalan – Pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) di Desa Benangkah, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, berujung ricuh hingga terjadi pertumpahan darah.

Dugaan pembacokan itu terjadi di halaman Balai Desa Benangkah, Senin (1/2/2021). Korbannya, Mustofa (44) warga setempat dan dilarikan ke rumah sakit dengan luka sabetan Senjata Tajam (Sajam).

Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Agus Soebarnapraja, Selasa (2/2/2021) menceritakan, Ketua BPD setempat, H. Ansori datang ke balai desa untuk melaksanakan tahapan yakni pembentukan P2KD Desa.

Waktu itu, sekitar pukul 08.00 WIB (1/2) di balai desa sudah ada Saudara A yakni salah seorang Calon Kepala Desa (Cakades). Ketua BPD meminta agar A tidak ikut dalam rapat pembentukan P2KD karena tidak diundang.

“Saudara A tidak mau sehingga terjadi cekcok mulut antara A dengan Ketua BPD. Lalu dilerai oleh Mustofa (korban). Namun pada saat bersamaan dari arah belakang datang U (pengikut A) dan langsung membacok korban Mustofa,” katanya.

U melarikan diri. Kemudian terjadi duel antara Mustofa dengan A. “Saat itu sajam milik A sempat terjatuh dan berhasil direbut oleh keponakannya, MJ dan dibacokkan kepada Mustofa yang pada saat itu dalam keadaan luka parah,” imbuhnya.

Korban Mustofa mengalami luka serius di bagian lengan kiri dan betis kanannya. Saat ini masih dalam penanganan medis.

Sedangkan tiga pelaku, saudara A, U dan saudara MJ melarikan diri. Tim Resmob dan Unit Gabungan Sat Reskrim Polres Bangkalan mengejar ketiga pelaku tersebut.

“Satu pelaku, MJ sudah ditangkap di wilayah hukum Desa Jambu, Kecamatan Socah,” ujarnya.

MJ (34) merupakan warga Dusun Duko, Desa Benangkah, Kecamatan, Burneh, Bangkalan. MJ dijerat Pasal 170 ayat (2) KUHP.(*)

Penulis : M Saed
Editor : Putri Kuzaifah

Komentar