oleh

Pemkab Pamekasan Akui Monumen Arek Lancor Semrawut

PortalMadura.Com, Pamekasan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur mengakui tata kelola monumen Arek Lancor semrawut lantaran marangseknya pedagang kaki lima (PKL) ke jantung kota tersebut.

Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang (Cikatarung) Pamekasan, Muharram mengaku, monumen Arek Lancor saat ini tidak seperti yang dibayangkan masyarakat luar, yaitu asri, bersih dan indah akan tetapi sebaliknya. Padahal, lokasi tersebut menjadi jujukan masyarakat, utamanya pengunjung dari luar Pamekasan atau bahkan Madura.

“Sampean kan tahu sendiri seperti apa kondisi Arek Lancor sekarang, karena terkenalnya sebagai ikon Pamekasan, bahkan itu sudah terkenal ke luar Madura. Sehingga kalau ada tamu dari luar jujukannya Arek Lancor. Mereka kadang-kadang terkejut melihat Arek Lacor yang seperti itu,” akunya, Senin (28/12/2015).

“Kenapa? Karena yang semula dijadikan objek ruang terbuka hijau, disana sudah menjadi areanya PKL. Disisi lain ketika jam salat, rame sekali,” tambahnya.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya akan mengurai masalah tersebut dengan cara merelokasinya kepada dua lokasi berbeda. Yaitu ke lahan eks stasiun PJKA Jalan Trunojoyo dan kepada taman Kowel Kelurahan Kowel yang saat ini tengah dibangun tahap dua.

Pihaknya sudah melakukan survey dengan sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) perihal penataan PKL. Sehingga, tidak lagi menempati monumen Arek Lancor guna mengembalikan fungsi sebagai ruang terbuka. (Marzukiy/choir)


Komentar