IPTEK  

Pemred Suara.com Bongkar Rahasia Keberlangsungan Hidup Media

Penulis: HartonoEditor: Putri Kuzaifah
Pemred Suara.com Bongkar Rahasia Keberlangsungan Hidup Media
Suwarjono [tangkapan layar kanal YouTube Upi Show]
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Kehadiran salah satu media daring tanah air yakni suara.com yang kini sedang berulang tahun ke-8 ibarat bayi ajaib. Kiprahnya luar biasa hingga nangkring menjadi lima media besar tanah air.

Kisah sukses itu, berkat kerja keras Suwarjono selaku Pemimpin Redaksi suara.com. Ia pun membongkar rahasia keberlangsungan hidup suara.com melalui kanal YouTube Upi Show [15/4].

Suwarjono menyampaikan, untuk menjaga keberlangsungan media yang dikelola, awalnya tidak langsung berinvestasi ke media. Ia berusaha mencari peluang unit usaha lain yang menguntungkan.

“Keuntungan disini (content provider) baru kami masukkan ke media,” terangnya.

Menurutnya, jika langsung berinvestasi atau membangun media, dana bisa habis hitungan bulan atau maksimal 6 bulan. Sebab, bisnis media itu tidak seperti bisnis makanan atau bisnis lainnya.

“Misalnya, jualan makanan hari ini, lalu besok dapat untung. Tapi, media itu harus punya nafas panjang. Jadi, kalau punya dana jangan langsung masukkan ke media, tapi cari dulu bisnis lain yang bisa menjadi keberlangsungan hidup dalam jangka panjang,” katanya.

Selain itu, Suwarjono menyebut DNA-nya media itu ada dua, yakni teknologi dan konten. “Nomor satu memang kontennya apa?. Sisi lain yang vital adalah teknologi. Rata-rata media itu tidak memerhatikan itu. Tidak mempersiapkan teknologinya,” ujarnya.

Sejak awal, pihaknya sudah memikirkan sebuah teknologi media. Teknologi itu berhubungan dengan bagaimana sebaran konten, bagimana mendekati google dan algoritmenya. “Misalnya, apa yang dicari oleh publik, kami harus ada,” terangnya.

Yang juga dinilai tidak kalah penting adalah media sosial yang merupakan salah satu alat mendistribusikan konten. “Kami memperbesar follower yang bisa mendistribusikan konten,” ucapnya.

Pihaknya juga menyadari bahwa media yang baru dibangun tidak mungkin bersaing dengan media besar, sehingga diperlukan membangun kolaborasi dengan media lain.

Kondisi saat ini, kata dia, media tidak lagi menjadi penentu informasi atau satu-satunya sumber publik dalam mendapatkan informasi, tapi ada tokoh yang membuat akun media sosial, ada juga yang menjadi influencer, memiliki podcast dan lainnya.

“Dari sisi bisnis memiliki keterkaitan dan ini adalah menjadi tantangan besar kedepan [bisnis media],” ujarnya.

Suwarjono mengungkapkan, digital masa depan akan banyak perubahan, baik dari segi kreativitas, konektivitas dan kolaborasi bersama komunitas. Kedepan, media harus mampu membangun ekosistem.

Didalam satu sistem ini, kata dia, bagaimana media menyediakan semua layanan. “Jadi ekosistem melawan ekosistem. Bukan media melawan media. Termasuk konten yang bagus, menghibur, konten dari warga maupun layanan memberikan jalan keluar kebutuhan warga,” tandasnya.

Menurutnya, tidak cukup hanya bagaimana informasi itu tersampaikan ke publik, tetapi harus memiliki platform yang menyediakan kebutuhan masyarakat. “Masyarakat [netizen] butuh platform. Itu yang akan kami lakukan kedepan,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.