oleh

Pemuda Guluk-Guluk Diringkus Polisi, Diduga Penculik Gadis Cantik asal Gresik

PortalMadura.Com, Sumenep – Seorang pemuda Dusun Kalabaan Laok, Desa/Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, ditangkap Tim Resmob Polrestabes Surabaya.

Pemuda itu disebut-sebut bernama Ibra yang diduga pelaku penculikan terhadap seorang gadis cantik, Wanda Novia Putri (23) bertempat tinggal di Karangpilang, Desa Ngampel, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Ibra juga disebut-sebut mantan pacar dari Wanda Novia Putri.

Kapolsek Guluk-guluk, Sumenep, Iptu Sujarman, membenarkan jika ada anggota kepolisian dari Polrestabes Surabaya yang melakukan penangkapan terhadap Ibra di rumahnya.

Pada proses penangkapan Ibra, aparat kepolisian juga membawa korban bersama pria lain yang diduga ikut serta dalam penculikan.

“Tadi malam, korban (Wanda Novia Putri, red) dibawa ke rumah mantan pacarnya, di Guluk-guluk. Selain mantan pacar, ada beberapa pria lain yang diduga teman mantan pacar korban,” katanya, Senin (10/08/2020).

Kasus dugaan penculikan tersebut ditangani pihak Polrestabes Surabaya. “Orang tua korban laporannya ke Polrestabes. Makanya kasusnya ditangani Polrestabes,” terangnya.

Pihaknya memastikan, jika Minggu (9/8/2020) malam korban bersama mantan pacar dan para pelaku lain sudah dibawa anggota Polrestabes dari rumah Ibra di Guluk-guluk, Sumenep.

Melansir dari beritajatim.com, Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, Iptu Arif Rizky Wicaksana, membenarkan penangkapan terhadap empat pelaku penculikan.

Keempat pelaku tersebut ditangkap di Kabupaten Pamekasan, Madura. Satu di antaranya adalah IB (Ibra), mantan pacar korban yang turut melakukan penculikan menggunakan mobil.

Sebelumnya, sempat viral di Media Sosial (Medsos), Wanda Novia Putri (23) diculik oleh mantan pacarnya, Selasa (4/8/2020) sekitar pukul 16.15 WIB, di Graha Family Blok YY, Surabaya. Saat kejadian, korban baru pulang kerja.

Pelaku membawa mobil dan memaksa korban masuk. Kemudian membawanya ke wilayah Kabupaten Pamekasan, Madura.

Sekitar pukul 19.00 WIB atau saat perjalanan Bangkalan-Sampang, korban sempat mengirim lokasi keberadaannya dan menghubungi keluarga bahwa dirinya disekap di Pamekasan. Handphone korban terakhir aktif pada pukul 23.00 WIB.(*)

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar