oleh

Pemuda Tani Madura Gagas Dirikan Dapur Jagung

PortalMadura.Com, Bangkalan – Sebuah pemikiran inovatif digagas para pemuda tani Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Keinginan mendirikan rumah produksi jagung tidak lama lagi akan terwujud.

Langkah awal mewujudkan rumah produksi jagung dilakukan dengan pertemuan yang digelar awal pekan lalu, bertempat di rumah produksi Tatochis (Tragah Tortilla Chips). Tatochis adalah label produk olahan kripik jagung yang dikelola Moh. Dahri di Desa Tragah.

Selain dihadiri para pemuda tani Tragah, pertemuan tersebut juga mengundang lima petugas Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan, yang ditempatkan di Desa Tragah. Para mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) juga turut dilibatkan.

Rumah produksi yang akan menghasilkan produk olahan berbahan jagung diberi nama Dapur Jagung. Pemikiran inovatif ini dilatarbelakangi oleh adanya jagung unggulan yang tumbuh subur di Kecamatan Tragah, yang diberinama Kretek Tambin. Aneka olahan jagung yang nantinya dibuat berupa makanan, minuman, camilan, dan lainnya.

Produk olahan tersebut di antaranya nasi jagung, dadar jagung, mi jagung, koya jagung, puding jagung, nastar jagung, bolu jagung, es krim jagung, kopi jagung, kripik jagung, jus jagung, beras jagung, rujak jagung (rebus), bubur jagung, susu jagung, juga tumis jagung.

“Ide mendirikan Dapur Jagung telah tercetus lebih dari setahun lalu. Saya bahkan telah mengutarakannya pada sejumlah pejabat desa di Kecamatan Tragah, termasuk pula masyarakat. Nantinya proses produksi menggunakan alat manual,” ujar Dahri, Sabtu (11/1/2020).

Sedang Agus Purnomo, salah satu penyuluh pertanian, memaparkan keberadaan dan fungsi Dapur Jagung. Menurutnya, gambaran Dapur Jagung nantinya adalah rumah olahan jagung yang dikelola sepenuhnya oleh para pemuda kreatif Kecamatan Tragah. Selain itu, Dapur Jagung bisa dijadikan tempat pembelajaran bagi anak maupun siswa.

“Oleh karena jadi sarana edukasi, perlu adanya sebidang lahan di area seputar rumah produksi yang nantinya ditanami jagung unggulan Kretek Tambin. Jika ingin mengetahui jenis olahan yang dibuat, pengunjung bisa langsung melihatnya ke dalam. Jangan lupa pula kalau limbah jagung bisa dikemas menjadi souvenir,” harap Agus.

Ditambahkannya, sebelum Dapur Jagung resmi berdiri, ia mengharap kepada siapa saja yang duduk dalam kepengurusan agar memahami seluk-beluk kegiatan yang berlangsung secara kontinu di Dapur Jagung. Tentu dengan harapan agar bisa menjelaskan kepada pengunjung yang datang.

“Mereka harus tahu bagaimana memilih bibit jagung, menanam jagung, panen jagung, jenis olahan jagung, cara mengolahnya, bahkan distribusi pemasaran produk. Bekal ini tentu saja akan berdampak pada tingkat kepuasan pengunjung, di samping lebih memperkenalkan Tragah sebagai wilayah kecamatan yang punya banyak inovasi,” pungkasnya. (*)

Penulis : Agus Hidayat
Editor : Putri Kuzaifah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.