oleh

Penambangan Marak, Pemkab Diminta Gandeng Tokoh Masyarakat

PortalMadura.Com, Sumenep – Maraknya aksi penambangan pasir ilegal di wilayah pesisir utara, mendapat soroton tajam anggota DPRD Sumenep.

Meski sudah beberapa kali di razia petugas, penambangan pasir jalan terus. Kini, sangat meresahkan warga setempat.

Bahkan, ada salah satu masjid yang ada di sekitar lokasi penambangan, saat ini sudah kondisinya miring dan nyaris roboh.

“Salah satu dampaknya, sudah. Ada masjid di Ambunten Timur yang kondisinya sudah miring,” kata Syaiful Barri, anggota DPRD Sumenep, Selasa (6/1/2015).

Dikatakan, kondisi masjid Al-Abror, Dusun Lebak Pacenan, Desa Ambunten Timur, kondisinya sangat memprihatinkan. Masjid yang terletak sekitar 50 meter dari bibir pantai itu, diduga terkena imbas penambangan yang ada di Desa Ambunten Tengah.

Ia berharap pemerintah segera menangani masalah penambangan pasir yang ada di Kecamatan Ambunten. Penutupan bakal maksimal bila pemerintah duduk bersama dengan Forpimka dan tokoh masyarakat.

Selama ini, pemerintah masih melupakan tokoh masyarakat sekitar yang sangat berperan terhadap masyarakat.

Sementara, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Abdul Madjid, mengaku sudah sering melakukan operasi penambangan di Kecamata Ambunten. Namun operasi yang dilakukannya tidak membuat jera para penambang.

“Kalau operasi, setiap saat kami lakukan, tapi hasilnya tetap saja tidak maksimal,” kilahnya.

Menurutnya, tidak maksimalnya operasi yang dilakukan Satpol PP, diduga ada yang membocorkan. Karena setiap kali akan operasi, selalu gagal lantaran penambangnya kabur duluan.(udin/htn)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE