oleh

Penderita Kusta Tak Perlu Diasingkan

SUMENEP (PortalMadura) – Tingginya angka penderita kusta ditiga Kabupaten di Madura, Jawa Timur yakni Kabupaten Sampang mencapai 725 penderita menjadi urutan tertinggi se-Jawa Timur dan Kabupaten Sumenep mencapai 475 penderita (tertinggi kedua) dan Kabupaten Bangkalan sebanyak 340 penderita (tertinggi ketiga) ditahun 2013 mengundang keprihatinan anggota DPR RI, MH Said Abdullah, asal Dapil Madura.

Said Abdullah mengatakan, tingginya angka penderita kusta ditiga kabupaten di Madura perlu penanganan yang maksimal dari pemerintah, sehingga dapat disembuhkan, karena kusta bukan merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan.

“Kusta ini penyakit yang bisa disembuhkan, makanya perlu adanya penanganan dari petugas medis secara intens agar jumlah penderita itu bisa ditekan,” kata Said Abdullah, di Sumenep, Selasa (18/02/14).

Kendati demikian, penderita penyakit kusta itu tidak perlu ditakuti oleh masyarakat apalagi sampai diasingkan, karena penyakit tersebut tidak menular secara tiba-tiba.

“Penderita penyakit apapun seperti HIV/AID termasuk kusta tidak perlu di hindari, mereka masih bisa disembuhkan,” ujarnya.

Jika ada pemahaman masyarakat yang menganggap penderita kusta itu harus dihindari atau diasingkan, politisi PDI Perjuangan ini menilai, bahwa merupakan pemahaman yang salah, karena mereka juga tidak menginginkan memiliki penyakit tersebut.

“Pemahaman masyarakat yang menstigma penderita kusta harus diasingkan itu perlu dirubah,” tuturnya.

Dia meminta, pemkab setempat perlu lebih sigap lagi menangani tingginya angka penderita kusta di Madura utamanya ditiga kabupaten tertinggi pertama hingga ketiga se-Jawa Timur.

“Kami minta Pemkab di empat kabupaten di Madura ini lebih meningkatkan lagi penanganan penyakit kusta, terutama tiga kabupaten yang masuk peringkat pertama, kedua dan ketiga se Jawa Timur,” harapnya.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu, Dinas Kesehatan Provinsi Jatim merilis lima kabupaten tertinggi angka penderita kusta ditahun 2013, yakni Sampang 725, orang, Sumenep 420 orang, Bangkalan 340 orang, Jember 304 orang dan Lamongan  288 orang. (arif/htn)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE