Penerbangan Sumenep-Banyuwangi, Peluang Peningkatan Kunjungan Wisatawan

  • Bagikan
Penerbangan Perintis Sumenep Banyuwangi Peluang Meningkatkan Kunjungan Wisatawan
dok. Detik-detik pemecahan kendi sebagai tanda peresmian pengoperasian penerbangan perintis di rute Sumenep-Banyuwangi oleh Wakil Bupati Sumenep, Dewi Khalifah (Slamet HD @portalamdura.com)

PortalMadura.Com, Sumenep – Selasa (11/1/2022) siang, pesawat Cessna Grand Caravan milik Susi Air terbang perdana melayani rute penerbangan perintis Sumenep-Banyuwangi.

Pesawat tersebut terbang dari Bandara Trunojoyo Sumenep ke Bandara Internasional Banyuwangi pada pukul 13.15 WIB dan tiba pada pukul 14.00 WIB.

Penerbangan perdana pesawat perintis ke Banyuwangi itu diikuti oleh sejumlah pejabat forkopimda, di antaranya Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah dan Ketua DPRD Sumenep Abd Hamid Ali Munir.

Rombongan dari Sumenep lalu disambut oleh Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah dan jajarannya di Bandara Internasional Banyuwangi.

Dalam kesempatan itu, Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep M Alqodri Arman menjelaskan, rute Sumenep-Banyuwangi merupakan jalur baru penerbangan perintis atau bersubsidi pada tahun ini.

Penerbangan perintis merupakan salah satu program dari Kementerian Perhubungan yang salah satu tujuannya adalah membuka atau merintis jalur penerbangan baru.

Pada tahun ini, penerbangan perintis di rute Sumenep-Banyuwangi dan jalur lainnya yang melalui Bandara Trunojoyo Sumenep dilayani pesawat milik Susi Air.

Di rute Sumenep-Banyuwangi dan sebaliknya, pesawat milik Susi Air itu akan melayani dua kali dalam sepekan, yakni Selasa dan Rabu.

Tarif penerbangan perintis itu lebih murah, karena mendapat subsidi dari pemerintah, yakni Sumenep-Banyuwangi Rp245 ribu dan Banyuwangi-Sumenep Rp299 ribu.

Qodri, sapaan Kepala UPB Trunojoyo Sumenep berharap penerbangan perintis Sumenep-Banyuwangi membawa manfaat lain bagi dua daerah di Jawa Timur tersebut, yakni kepariwisataan.

Kemenhub tak hanya berpikir untuk mempercepat waktu tempuh Sumenep-Banyuwangi dan sebaliknya melalui jalur udara.

“Harus ada efek lain. Pariwisata harus lebih maju dengan adanya penerbangan perintis Sumenep-Banyuwangi. Secara teknis, ini ranah kedua pemerintah daerah. Namun, kami akan dukung penuh untuk pariwisata yang lebih maju,” katanya, menegaskan.

Waktu tempuh Sumenep-Banyuwangi melalui jalur darat sekitar 10 jam dalam kondisi normal (tidak macet), sementara melalui jalur udara hanya 45 menit.

Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah akan menyiapkan sejumlah opsi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan seiring beroperasinya penerbangan perintis Sumenep-Banyuwangi.

“Salah satu opsinya memang melalui even-even kepariwisataan. Kami tentunya harus lebih bersinergi dengan Pemkab Banyuwangi. Kami akan manfaatkan adanya penerbangan perintis ini untuk kemajuan pariwisata,” kata Eva, sapaan Dewi Khalifah.

Sumenep memiliki banyak objek wisata, baik di wilayah daratan maupun kepulauan. Di antaranya Pantai Lombang Kecamatan Batang Batang dengan hamparan pasir putih dan jejeran pohon cemara udang dan Pulau Giliyang di Kecamatan Dungkek dengan kandungan oksigen lebih tinggi dibanding lainnya.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.